SAMARINDA, KOMPAS.TV - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Jaya Mualimin mendesak evaluasi menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Penajam Paser Utara usai 25 siswa diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jaya Mualimin mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk penyelidikan epidemiologi. Jaya juga menyebut SPPG terkait diminta berhenti beroperasi sementara.
"Kami tidak ingin mengambil risiko, sehingga untuk sementara dapur yang diduga terkait harus dihentikan operasionalnya sampai hasil pemeriksaan laboratorium keluar," kata Jaya di Samarinda, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Kepala Daerah Curhat ke BGN, Program MBG Dinanti Warga hingga Pelosok Desa
Para siswa yang mengalami gejala keracunan dilaporkan berasal dari berbagai SD hingga SMA di Penajam Paser Utara. Para siswa menunjukkan gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi MBG.
Lebih lanjut, Jaya mengatakan petugas medis telah mengamankan sejumlah sampel sisa MBG dan bahan baku dari dapur SPPG. Sampel tersebut telah dibawa ke laboratorium untuk mendalami penyebab keracunan.
Berdasarkan dugaan awal, terdapat indikasi kontaminasi pada rantai proses pengolahan bahan baku atau saat distribusi MBG ke sekolah penerima.
Meskipun demikian, Jaya mengatakan pihaknya menahan diri untuk tidak menyimpukan penyebab keracunan hingga hasil laboratorium keluar.
Selain itu, Jaya memastikan langkah audit telah dilakukan terhadap aspek administrasi dan kepatuhan dapur SPPG, khususnya terkait kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta penerapan standar operasional prosedur keamanan pangan yang ketat.
Pemerintah disebutnya tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas jika pengelola dapur SPPG terbukti lalai atau melanggar protokol kesehatan.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- keracunan mbg
- penajam paser utara
- keracunan mbg kaltim
- mbg keracunan
- makan bergizi gratis




