Kejagung Geledah Sejumlah Kantor di Medan-Pekanbaru soal Korupsi Limbah Sawit

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah sejumlah kantor di Medan dan Pekanbaru. Penggeledahan itu terkait kasus dugaan korupsi ekspor palm oil mill effluent (POME) atau limbah minyak kelapa sawit pada 2022 yang tengah diusut Kejagung.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyebut kantor-kantor yang digeledah ini terkait dengan delapan tersangka dari pihak swasta yang telah dilakukan penahanan.

"Kejaksaan Agung telah melakukan penggeledahan dan saat ini masih berlangsung di wilayah Sumatera, di beberapa kantor milik PT-PT yang tersebut kemarin," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).

Anang mengaku belum bisa membeberkan nama perusahaan dan apa saja yang disita dalam penggeledahan tersebut. Sebab, kata dia, penggeledahan masih dilakukan hingga saat ini.

"Masih berlangsung ya, kita tunggu saja hasilnya," ucapnya.

Baca juga: Serba-serbi Korupsi Limbah Sawit Rugikan Negara Rp 14 T Dibongkar Jaksa

Dia mengatakan belum ada penyitaan aset atau uang tunai dari penggeledahan sebelumnya. Hanya sejumlah dokumen yang disita Kejagung.

"Kalau dari penggeledahan sebelumnya, dokumen-dokumen ada. Kalau aset sementara belum ada, tapi sedang ditelusuri," ujar Anang.

"Kita fokus tidak hanya mempidanakan orang, tapi juga asset tracing untuk pemulihan kerugian negara," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejagung menetapkan 11 orang sebagai tersangka kasus korupsi ekspor palm oil mill effluent (POME) pada 2022. Tiga tersangka merupakan penyelenggara negara, sementara sisanya dari pihak swasta.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkap modus perkara ini adalah adanya penyimpangan berupa rekayasa klasifikasi komoditas ekspor crude palm oil (CPO). Di mana CPO berkadar asam tinggi diklaim sebagai POME dengan menggunakan HS code yang diperuntukkan bagi residu atau limbah padat dari CPO.

"Rekayasa klasifikasi tersebut itu tujuannya adalah untuk menghindari pengendalian ekspor CPO sehingga komoditas yang hakikatnya merupakan CPO dapat diekspor seolah-olah bukan CPO dan terbebas atau diringankan dari kewajiban yang ditetapkan oleh negara," kata Syarief saat jumpa pers di gedung Kejagung, Selasa (10/2).

"Hal ini terjadi karena ada penyusunan dan penggunaan peta hilirisasi industri kelapa sawit yang belum berbentuk peraturan yang memuat komoditas serta spesifikasi teknis yang tidak dikenal dalam sistem klasifikasi internasional, akan tetapi tetap dijadikan acuan oleh aparat," lanjutnya.

Syarief menjelaskan modus lainnya meloloskan ekspor CPO menggunakan klasifikasi yang tidak sesuai agar mengurangi kewajiban biaya keluar. Dalam perkara ini, penyidik juga menemukan adanya dugaan suap dari pihak swasta kepada penyelenggara negara.

Dia menyebutkan perkiraan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dari perkara ini mencapai Rp 14 triliun. Sampai saat ini, Kejagung masih melakukan penghitungan.

Baca juga: Jaksa Agung Copot Kajari Sampang-Magetan-Padang Lawas yang Sempat Diperiksa

Berikut ini daftar 11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka:

1. LHB selaku Kasubdit Industri Hasil Perkebunan Non-Pangan dan Fungsional Analis Kebijakan dan Pembina Industri Ahli Madya pada Direktorat Industri Hasil Hutan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
2. FJR selaku Direktur Teknis Kepabeanan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) (2024 sampai dengan sekarang menjabat Kepala Kantor DJBC Bali, NTB, dan NTT).
3. MZ selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPBC Pekanbaru.
4. ES selaku Direktur PT SMP, PT SMA dan PT SMS.
5. ERW selaku Direktur PT BMM.
6. FLX selaku Direktur Utama PT AP dan Head Commerce PT AP.
7. RND selaku Direktur PT TAJ.
8. TNY selaku Direktur PT TEO dan Pemegang Saham PT Green Product International.
9. VNR selaku Direktur PT Surya Inti Primakarya.
10. RBN selaku Direktur PT CKK.
11. Sdr. YSR selaku Dirut PT MAS dan Komisaris PT SBP.




(ond/fas)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas Buru Elkius Kobak, Pimpinan KKB Dalang Penembakan Smart Air di Bandara Koroway Batu
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Korlantas Prediksi Masyarakat Bakal Mudik Lebih Awal
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Israel Resmi Bergabung dengan Indonesia dan Puluhan Negara dalam Dewan Perdamaian Gaza
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Lari Pagi vs Lari Sore Saat Puasa, Mana yang Bikin Cepat Kurus Tapi Tetap Aman?
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Pelaku yang Buang Bayi di Apartemen Bekasi Jalani Persalinan Mandiri Sambil Lihat Tutorial di YouTube, Bayi Dinyatakan Meninggal Dunia
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.