SOLO, DISWAY.ID-- Tumini, wanita paruh baya berusian 67 tahun, warga Kelurahan Sangkrah, Surakarta, akhirnya bisa tersenyum lebar, usai menerima rumah bantuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Bagaimana tidak tersenyum lebar, puluhan tahun ia tinggal di bedeng yang jauh dari kata layak. Sekarang ia mendapat rumah layak secara gratis melalui program TJSL dibawah naungan Kementerian Keuangan.
BACA JUGA:Gebrakan Jasa Marga Bikin Hadirkan Aplikasi Travoy di IIMS 2026 Jelang Mudik Lebaran
BACA JUGA:Terungkap! Motif Pembunuhan Karyawan PPPK, Ingin Kuasai Barang Korban
Dalam rasa gembiranya, ia menceritakan pengalaman saat rumahnya masih tidak layak.
Dulu, rumahnya hanya sebatas tumpukan kayu yang ditata. Atapnya bukan genteng. Bahkan juga seng, atap yang disinggung Presiden RI, Prabowo Subianto untuk diganti genteng.
Setiap hujan rumah Tumini ini bocor dan rentan rubuh jika intesitas hujan disertai angin. Khawatir?, pasti. Tapi keadaan memaksa dirinya untuk tetap bertahan.
Bertahan karena yakin rumahnya saat itu kokoh?. Bukan itu. Ia bertahan kerena desakan ekonomi. Karena hanya bedeng itu tempat tinggalnya.
"Kalau hujan angin takut. Takut ketibanan," katanya saat ditemui.
BACA JUGA:Kemenkes Tegaskan RS Wajib Layani Pasien JKN Nonaktif Sementara
BACA JUGA:HORE! Cek Jadwal WFA Lebaran 2026 Bagi ASN dan Pegawai Swasta, Bisa Mudik 2 Minggu Lho!
Sejatinya, rumah seperti bedeng yang dibangun dari kayu bekas serta bahan bekas dibangung ditanah pemerintah. Dalam hal ini tanah pemkot Solo.
Tapi kini, Tumini sudah tidak harus mengalami hal pait yang dulu ia alami selama puluhan tahun ini. Saat ditemui, senyum lebarnya sampai tertawa lepas menggambarkan kesenanganya.
"Wuhh seneng Buanget, gini mas, saya gak pernah punya rumah kayak gini loh," katanya sambil memengang tembok rumah barunya yang bertolak belakang dengan rumah yang lama.
"Seneng bersyukur, sama yang maha kuasa, sama yang bikin rumah ini, pokonya terima kasih," lanjutnya.
- 1
- 2
- 3
- »





