Kemenko PM: Indonesia Berdaya Dorong Warga Miskin Naik Kelas

tvrinews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Pemerintah meluncurkan program Kolaborasi Indonesia Berdaya sebagai upaya mendorong masyarakat miskin agar tidak hanya keluar dari kemiskinan ekstrem, tetapi juga naik kelas hingga menjadi masyarakat mandiri dan sejahtera.

Peluncuran program tersebut digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026 dan dihadiri sejumlah lembaga filantropi nasional.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Nunung Nuryartono, menegaskan bahwa pendekatan pemerintah kini tidak lagi sekadar memberikan bantuan, melainkan pemberdayaan berkelanjutan.

"Upaya pemberdayaan ini diharapkan bisa meningkatkan kelas. Tidak hanya mengangkat saudara-saudara kita dari miskin ekstrem, naik ke rentan miskin, tapi terus kita dorong sampai menjadi kelas menengah," ujar Nunung kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menyebutkan, arah besar program ini adalah mendorong perubahan status sosial masyarakat dari mustahik (penerima bantuan) menjadi muzaki (pemberi bantuan) sebagai simbol kemandirian ekonomi.

Program Indonesia Berdaya melibatkan berbagai lembaga filantropi seperti Forum Zakat, Perhimpunan Filantropi Indonesia, dan Humanitarian Indonesia, yang akan bekerja bersama pemerintah dalam satu ekosistem nasional pemberdayaan masyarakat.

Seluruh intervensi akan berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dimiliki pemerintah, sehingga sasaran program dapat tepat menyentuh kantong-kantong kemiskinan di berbagai daerah.

"Dengan satu data, kita tahu di titik mana harus bekerja bersama. Ini supaya bantuan dan pemberdayaan benar-benar tepat sasaran," ucapnya.

Peluncuran kolaborasi ini juga dikaitkan dengan momentum Ramadan sebagai waktu untuk meningkatkan kesalehan sosial dan kepedulian terhadap sesama.

"Ramadan menjadi momentum kita semua untuk peduli kepada tetangga dan saudara-saudara kita yang masih membutuhkan, agar kesejahteraan mereka meningkat," tuturnya.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap target 0 persen kemiskinan ekstrem pada 2026 dan penurunan kemiskinan menjadi 5 persen pada 2029 dapat tercapai, sekaligus menyiapkan fondasi sosial bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jualan HP Susah, Model Ini Bakal Laku Keras di 2026
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemprov DKI Jakarta Terapkan WFA Saat Idulfitri 1447 H, Pelayanan Publik Tetap Jadi Prioritas
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Bank Mandiri Salurkan Bansos ke Lebih Dari 7,45 Juta Penerima pada 2025
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Harga pre-booking LEPAS L8 di IIMS 2026, Rp589 juta, Mobil Hybrid yang Cocok Buat Jalanan Macet
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tiket Final Piala Dunia 2026 Dijual dengan Harga Fantastis
• 9 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.