Penulis: Riki Ilham Rafles
TVRIWews - Prancis
Lonjakan harga tiket final Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik. Kenaikannya sampai 41 kali lipat dari harga asli yang ditetapkan oleh FIFA.
Penggemar sepak bola yang sudah tak sabar untuk menyaksikan langsung pertandingan Piala Dunia 2026 dikejutkan dengan mahalnya harga tiket pada Kamis, 12 Februari 2026 WIB. Lonjakan tajam ini terjadi beberapa pekan setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino menyebut ada potensi kenaikan harga tiket setelah platform penjualan kembali diluncurkan.
Gianni Infantino memperingatkan kepada penggemar yang ingin menyaksikan langsung Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, tiket pertandingan yang dijual melalui platform penjualan kembali FIFA pastinya akan dibanderol lebih tinggi dari harga asli.
Mengutip AFP, kursi kategori tiga untuk pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca dijual seharga 5.324 dolar AS (Rp89,5 juta). Padahal harga asli untuk tribun paling atas stadion itu hanya Rp15 juta.
Tiket pertandingan final Piala Dunia 2026 di East Rutherfortd, New Jersey, Amerika Serikat mengalami kenaikan yang paling mencolok. Ada iklan penjualan kursi kategori tiga seharga Rp2,4 miliar. Nilai itu naik lebih dari 41 kali lipat dari harga asli sebesar Rp58 juta.
Bahkan untuk tiket pertandingan final termurah yang dijual di platform penjualan kembali harganya mencapai Rp164,4 juta. Juru bicara Kelompok Pendukung Timnas Prancis (Irresistibles Francais), Guillaume Aupretre menilai kebijakan FIFA menyediakan platform penjualan kembali sebagai sebuah kesalahan.
Akan banyak orang yang membeli tiket pertandingan dengan tujuan dijual kembali layaknya praktik percaloan. Mereka memanfaatkan penggemar yang benar-benar ingin menonton pertandingan secara langsung dengan mengambil keuntungan besar.
"Pada akhirnya, siapa yang membayar harganya? Para penggemar yang bersemangat yang akhirnya mendapat tawaran yang keterlaluan. Kami lebih suka ini menguntungkan penggemar sejati yang datang untuk mendukung tim mereka," kata Guillaume Aupretre.
Sejak penetapan harga tiket pertandingan Piala Dunia 2026 oleh FIFA, tak sedikit yang melontarkan kritik karena dianggap terlalu mahal dibanding turnamen edisi sebelumnya. Kini, muncul lagi masalah baru yang semakin memberatkan para penggemar.
Sikap FIFA
FIFA menegaskan mereka hanya bertindak sebagai fasilitator dalam platform penjualan kembali ini, dengan menetapkan biaya layanan sebesar 15 persen dari harga. Sementara untuk penentuan harganya diserahkan sepenuhnya kepada pihak penjual.
FIFA beralasan, model penetapan harga penjualan kembali tiket Piala Dunia 2026 mencerminkan praktik pasar yang lazim pada acara olahraga dan hiburan besar di negara tuan rumah.
"Secara umum, model penetapan harga yang diadopsi untuk Piala Dunia 2026 mencerminkan praktik pasar yang ada untuk acara hiburan dan olahraga besar di negara tuan rumah," demikian pernyataan resmi FIFA.
"Ini juga merupakan cerminan dan perlakuan terhadap pasar sekunder tiket, yang memiliki perlakuan hukum yang berbeda di banyak bagian dunia lainnya. Kami fokus untuk memastikan akses yang adil ke pertandingan kami bagi penggemar yang sudah ada dan calon penggemar."
Editor: Riki Ilham Rafles





