Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah meluncurkan Program Kolaborasi Indonesia Berdaya sebagai upaya memperkuat sinergi nasional dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Nunung Nuryartono, mengatakan Indonesia Berdaya dirancang sebagai wadah kolaborasi pemerintah dengan berbagai lembaga filantropi untuk membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
"Target pemerintah menurunkan angka kemiskinan menjadi 5 persen pada 2029 dan menghapus kemiskinan ekstrem pada 2026 tidak bisa dikerjakan sendiri. Kita harus mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk lembaga filantropi, untuk bergerak bersama dalam satu ekosistem," ujar Nunung kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Dalam program ini, sejumlah lembaga seperti Forum Zakat, Perhimpunan Filantropi Indonesia, dan Humanitarian Indonesia akan bekerja bersama pemerintah dalam satu peta kerja nasional.
Seluruh intervensi akan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga lokasi dan kelompok sasaran yang membutuhkan bantuan dapat ditentukan secara lebih tepat.
Menurut Nunung, Indonesia Berdaya tidak hanya bertujuan mengurangi angka kemiskinan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk "naik kelas" secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu mengangkat warga dari kondisi miskin ekstrem menjadi rentan miskin, lalu menuju kelas menengah.
"Harapannya, saudara-saudara kita tidak hanya keluar dari kemiskinan, tetapi bisa terus meningkat kesejahteraannya hingga menjadi kelas menengah yang menopang Indonesia Emas 2045," ucapnya.
Kemudian ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga filantropi sejatinya sudah berjalan, termasuk dalam penanganan bencana di Sumatra seperti di Bener Meriah dan Gayo Lues. Peluncuran Indonesia Berdaya menjadi penguatan agar kerja bersama tersebut berlangsung lebih terukur, terpadu, dan berkelanjutan.
Peluncuran program ini bertepatan dengan bulan Ramadan, yang dinilai sebagai momentum untuk memperkuat kesalehan sosial dan kepedulian masyarakat terhadap sesama. Nunung berharap semangat berbagi dan pemberdayaan bisa mendorong transformasi dari mustahik menjadi muzaki.
"Kami juga berharap dukungan media untuk mengawal dan memantau semua kerja-kerja ini agar Indonesia benar-benar menjadi lebih makmur dan lebih berdaya," tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews





