Riset Material Ramah Lingkungan Menguat di Pengukuhan Guru Besar UI

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Depok: Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan Sotya Astutiningsih, sebagai Guru Besar Tetap Bidang Material Konstruksi dan Bangunan Ramah Lingkungan di Balai Sidang UI, Rabu, 11 Februari 2026.

Dalam pidato pengukuhannya, Sotya menyoroti pentingnya inovasi material konstruksi berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan perumahan dan infrastruktur global yang berpotensi menekan sumber daya alam.

“UI berkolaborasi dengan SIG meneliti abu terbang dari berbagai sumber PLTU di Indonesia sebagai bahan baku sekunder, baik untuk menggantikan sebagian klinker pada semen Portland (SCM, supplementary cementitious materials) maupun sebagai bahan dasar (prekursor) semen geopolymer,” kata Sotya seperti dilansir Antara, Kamis, 12 Februari 2025.

Baca Juga :

Budi Luhur University Mengukuhkan Dua Guru Besar Baru
 
Dalam paparannya, Prof. Sotya menjelaskan bahwa pemanfaatan bahan baku sekunder menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan material bangunan dan kelestarian lingkungan. Bahan baku sekunder berasal dari produk samping atau limbah industri yang dimanfaatkan kembali sebagai input proses produksi lain.

Salah satu contoh yang diteliti adalah limbah PLTU berbahan bakar batubara yang menghasilkan abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash). Material ini bersifat reaktif dan berpotensi besar dimanfaatkan sebagai komponen bahan bangunan. Ia menemukan lebih dari 75 persen bahan geopolimer dapat berasal dari limbah seperti abu terbang dan terak, dengan keunggulan efisiensi karena telah berbentuk serbuk halus.


Pengukuhan Sotya Astutiningsih, sebagai Guru Besar Tetap Bidang Material Konstruksi dan Bangunan Ramah Lingkungan di Balai Sidang UI, Rabu, 11 Februari 2026. Dokumentasi/ istimewa

Penggunaan abu terbang sebagai campuran semen Portland juga dinilai lebih adaptif terhadap variasi mutu bahan baku, sekaligus tetap mampu menjaga kekuatan struktur. Selain itu, terak feronikel disebut sebagai salah satu bahan baku sekunder yang prospektif untuk agregat beton, berasal dari proses pengolahan bijih nikel lateritik di smelter.

Sejumlah riset di Fakultas Teknik UI menunjukkan mortar dan beton berbasis terak feronikel memiliki kuat tekan lebih tinggi dibandingkan beton berbahan pasir biasa atau pasir kuarsa. Tim peneliti juga mengembangkan formulasi semen geopolimer berbasis terak nikel yang telah menghasilkan beberapa paten dan diuji pada produk beton pracetak bersama industri.

Material lain yang turut dikaji adalah palm kernel shell atau cangkang kelapa sawit sebagai pengganti agregat batu pecah. Hasil penelitian menunjukkan beton berbasis cangkang sawit memiliki karakter mekanis yang mirip beton konvensional, namun lebih ulet dan memiliki ketahanan yang baik terhadap beban, termasuk potensi ketahanan gempa. Dampak lingkungannya bersifat kontekstual, bergantung pada kebutuhan performa dan lokasi geografis.

Rangkaian riset tersebut menjadi bagian dari peta jalan pengembangan material konstruksi ramah lingkungan yang dikembangkan UI dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus memperkuat ketahanan pasokan material nasional dan menekan emisi karbon dari sektor konstruksi.

Prof. Sotya memiliki rekam jejak akademik di bidang rekayasa material, dengan gelar Sarjana Teknik dari FTUI (1991), M.Eng. in Metallurgy dari Katholieke Universiteit Leuven, Belgia (1994), serta Ph.D in Materials Engineering dari The University of Western Australia (2005). Saat ini ia menjabat Kepala Laboratorium Fisika Material FTUI periode 2021–2026 dan pengurus pusat Persatuan Insinyur Indonesia periode 2024–2027. Acara pengukuhan dihadiri sejumlah pimpinan dan perwakilan industri strategis nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-Detik Terakhir Pilot Smart Air: Sempat Kirim Sinyal Darurat Sebelum Tewas Ditembak KKB
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim, Khofifah Bantah Terima Fee Ijon 30 Persen
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Dugaan Penembakan Smart Air di Papua, KSAD Sebut Sudah Dapat Laporan dan Tunggu Petunjuk Mabes TNI
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Jaksa Agung Pam Bondi Dituding Tutupi Berkas Epstein dan Jadi "Alat Balas Dendam" Trump
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
UNVR Catat Pertumbuhan Sehat di Tahun Buku 2025 Berkat Eksekusi yang Kuat
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.