UNVR Catat Pertumbuhan Sehat di Tahun Buku 2025 Berkat Eksekusi yang Kuat

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

PT Unilever Indonesia, Tbk. (Perseroan) terus membangun pertumbuhan positif dengan mencatatkan pertumbuhan yang kuat di sepanjang 2025. Pencapaian ini dibuktikan melalui laporan keuangan yang telah diaudit pada Kamis (12/2), dengan hasil sebagai berikut:

Pencapaian Unilever didorong oleh volume penjualan pada kuartal keempat yang ikut menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan yang baik untuk penjualan domestik maupun ekspor. Kinerja tersebut juga mencerminkan langkah-langkah tegas yang diambil Perseroan demi memperkuat fondasi bisnis dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk, Benjie Yap, mengungkapkan bahwa seiring dengan pencapaian positif yang diraih sepanjang tahun, perusahaan akan terus memperkuat fondasi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Hasil kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas,” terang Benjie Yap.

“Meskipun lingkungan bisnis akan tetap dinamis, kinerja ini memperkuat keyakinan bahwa kami berada di jalur yang tepat, membangun bisnis yang lebih kompetitif, lebih tangguh, dan lebih siap untuk meraih pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Refleksi 2025: Mewujudkan Prioritas Strategis di Bidang Kategori, Saluran Penjualan, dan Biaya

Perseroan mengandalkan strategi pertumbuhannya pada tiga pilar utama, yakni kategori, saluran penjualan, dan biaya. Ketiganya berperan penting memperkuat ambisi untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berorientasi pada kualitas.

1. Kategori: Memperkuat minat konsumen terhadap merek dan memfokuskan portofolio

Pada 2025, Perseroan terus berfokus membangun minat konsumen secara luas, mengoptimalkan portofolio menuju segmen yang tumbuh lebih cepat, sekaligus mempercepat social‑first demand creation.

Untuk membangun minat konsumen secara luas, Unilever juga terus berinvestasi pada produknya dengan memperkuat keunggulan merek dan formulasi, mempertajam proposisi merek, meningkatkan pendekatan promosi melalui strategi social-first yang lebih kuat, penyesuaian harga yang selektif dan strategis demi menyeimbangkan kesenjangan nilai, premiumisasi dengan membuat kemasan menjadi lebih modern, serta berinvestasi dalam hal ketersediaan produk dan visibilitas yang lebih kuat di seluruh saluran.

Dalam agenda transformasi portofolio, perusahaan mencatat kemajuan di segmen dengan pertumbuhan tinggi, dengan kontribusi meningkat dari 8,0 persen menjadi 9,8 persen. Divestasi strategis di bisnis es krim dan teh memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus pada power brands dan kategori yang memiliki potensi jangka panjang lebih besar.

Enam belas merek Unilever, termasuk Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso, berhasil mencatat pertumbuhan di 2025 dengan berkontribusi sebesar 75 persen dari total penjualan dan pertumbuhan penjualan sebesar 9,1 persen.

2. Saluran penjualan: Memperkuat infrastruktur dan mempersiapkan pertumbuhan di masa depan

Untuk meraih peluang di sepanjang jalur belanja konsumen yang terus berkembang, Perseroan berinvestasi untuk memperkuat infrastruktur saluran distribusi guna menghadirkan toko-toko yang lebih baik dan lebih banyak, mendukung eksekusi ritel yang lebih baik, serta memastikan ketersediaan produk di berbagai kategori.

Perseroan juga memperluas kehadirannya di saluran pertumbuhan masa depan, serta mempercepat upaya di bidang D-Commerce dan health & beauty. Keduanya terus tumbuh secara signifikan dan membentuk perilaku belanja konsumen.

Langkah-langkah ini pun berujung pada keberhasilan bisnis untuk unggul di perdagangan tradisional maupun ekosistem digital yang sedang berkembang.

3. Biaya: Fokus yang teguh pada efisiensi dan penyederhanaan

Sepanjang 2025, Perseroan tetap fokus untuk disiplin terhadap pengurangan biaya, dengan mengintegrasikan produktivitas di seluruh rantai nilai.

Upaya ini menghasilkan efisiensi yang mendukung reinvestasi dalam pembangunan merek, inovasi, dan prioritas pertumbuhan strategis, sekaligus memperkuat margin dan memastikan fondasi keuangan yang lebih tangguh.

Langkah Strategis Unilever untuk 2026

Memasuki 2026, fokus Perseroan tetap pada pertumbuhan yang didorong oleh kualitas dan volume, dengan tujuan melampaui tren pasar. Meski begitu, diperkirakan akan ada perlambatan sementara pada kuartal pertama 2026 akibat perayaan Idulfitri yang lebih awal, yang mengubah pola belanja konsumen ke kuartal sebelumnya. Namun Unilever menegaskan dampak tersebut bersifat musiman dan tidak mencerminkan momentum bisnis yang mendasar.

Perseroan pun akan tetap yakin dengan arah perkembangan dan perbaikan struktural yang telah diimplementasikan sepanjang 2025.

“Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak,” tambah Benjie.

“Prioritas kami adalah tetap disiplin, terus meningkatkan kinerja merek-merek kami, dan memperkuat cara kami menjalankan strategi di setiap kanal. Prioritas kami adalah untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, bertanggung jawab, dan memberikan nilai nyata bagi masyarakat Indonesia di 2026 dan tahun-tahun mendatang,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sociedad menangi  leg pertama semifinal Copa del Rey lawan Bilbao
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Korlantas Cek Jalur Arteri untuk Siapkan Rekayasa Lalin Saat Mudik Lebaran
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Ini Penyebab Tanah Bergerak di Semarang
• 12 jam laludetik.com
thumb
Tanah Terlantar Bisa Disita Negara, Pengembang Properti Ketar-Ketir?
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Na Willa ajak masyarakat kenang masa anak-anak yang jujur, imajinatif
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.