Perang Tinggal "Sejengkal", Trump Tambah Kapal Induk Kepung Iran

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) dan kapal serbu amfibi kelas Wasp USS Kearsarge (LHD 3) berlayar berdampingan saat Gugus Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln (ABECSG) dan Gugus Siap Amfibi Kearsarge (KSGARG) melakukan operasi gabungan di wilayah operasi Armada ke-5 AS di Laut Arab. (Dok. US Navy)

Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Pertahanan Amerika Serikat dilaporkan telah menginstruksikan gugus tempur kapal induk kedua untuk bersiap menghadapi kemungkinan penempatan ke Timur Tengah. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya tekanan militer Washington terhadap Teheran di tengah proses negosiasi program nuklir yang sedang berlangsung, sebagaimana dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Tiga pejabat Amerika Serikat mengungkapkan pada Rabu (11/2/2026) bahwa persiapan tersebut merupakan bagian dari rencana kontinjensi untuk serangan potensial terhadap Iran jika upaya diplomatik menemui kegagalan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga saat ini belum mengeluarkan perintah resmi, dan para pejabat memperingatkan bahwa rencana tersebut masih bisa berubah sewaktu-waktu.

Seorang pejabat menyatakan bahwa perintah pengerahan tersebut dapat keluar dalam hitungan jam. Pejabat lainnya menyebutkan bahwa Pentagon tengah menyiapkan kapal induk untuk dikerahkan dalam waktu sekitar dua minggu, kemungkinan dari Pantai Timur Amerika Serikat. Kapal induk USS George H.W. Bush saat ini sedang menyelesaikan latihan di lepas pantai Virginia dan dapat mempercepat latihan tersebut jika diperintahkan untuk bergerak lebih cepat.


Baca: Diam-Diam AS Sudah Tebar Rudal & Jet Tempur di Arab 'Kepung' Iran

Jika disetujui, kapal induk kedua ini akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang sudah beroperasi di kawasan tersebut sebagai bagian dari penguatan militer Amerika Serikat yang lebih luas. Peningkatan kekuatan ini mencakup tambahan kapal perang, sistem pertahanan udara, serta skuadron jet tempur.

Presiden Trump secara terbuka mengakui pada hari Selasa bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk lain ke kawasan tersebut.

"Kita memiliki armada yang sedang menuju ke sana dan armada lainnya mungkin akan menyusul," kata Trump seraya menambahkan bahwa Washington harus melakukan sesuatu yang sangat keras jika negosiasi mengalami kegagalan.

Presiden Amerika Serikat tersebut juga mengadakan pertemuan tertutup pada hari Rabu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih untuk membahas isu Iran. Setelah pertemuan tersebut, Trump memberikan pernyataan melalui platform media sosial Truth Social mengenai posisi diplomatiknya.

"Saya mendesak agar negosiasi dengan Iran terus berlanjut untuk melihat apakah kesepakatan dapat dicapai atau tidak. Jika bisa, itu akan menjadi prioritas. Jika tidak bisa, kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya," tulis Trump di akun Truth Social miliknya.

Baca: Resmi! Israel Ikuti Jejak RI Gabung Board of Peace Bentukan Trump

Hingga saat ini, rincian mengenai potensi pembicaraan tidak langsung putaran kedua antara Amerika Serikat dan Iran belum difinalisasi. Pejabat dari kedua negara sebelumnya telah bertemu di Oman pekan lalu dalam negosiasi pertama mereka sejak serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada tahun lalu.

Di sisi lain, Iran berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan sepenuhnya melepaskan hak untuk memperkaya uranium dan telah menutup pintu negosiasi terkait program rudal balistiknya. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan peringatan keras bahwa setiap serangan baru dari Amerika Serikat akan memicu pembalasan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika di seluruh Timur Tengah.


(tps/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Tak Punya Kapal Induk, Jalan Tol di RI Jadi Pengganti?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas U-23 Indonesia Resmi Absen di Asian Games 2026
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Resmi! PSSI Beri Kabar Baik untuk Timnas Indonesia dan John Herdman, FIFA Series 2026 Digelar di SUGBK
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Debitur UMi Solo Baru 25 Ribu, Wamenkeu: Terlalu Kecil untuk Kota Seukuran Ini
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
BINUS University Tuan Rumah Garena Game Jam 3, Dukung Talenta Muda
• 18 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Timnas Indonesia Tak Bisa Berlaga di Asian Games 2026, Sumardji: PSSI Belum Terima Surat
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.