REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Hujan deras memicu meluapnya Sungai Cijurai dan menyebabkan sebagian wilayah Kabupaten Kuningan timur, terutama di Kecamatan Ciwaru dan Cibingbin terendam air pada Rabu (11/2/2026) malam. Dua desa terendam air setinggi satu meter, yakni Desa Andamui Kecamatan Ciwaru dan Desa Cisaat Kecamatan Cibingbin.
Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Kuningan, di Desa Andamui, tercatat ada empat dusun yang terendam banjir dengan ketinggian air yang masuk ke dalam rumah warga di kisaran 30 centimeter sampai satu meter. Adapun empat dusun itu, yakni Dusun Kliwon, Dusun Pahing, Dusun Puhun dan Dusun Wage. “Tercatat ada 110 rumah yang terendam air, dan berdampak pada satu rumah yang rusak sedang dan dua rumah rusak ringan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, Kamis (12/2/2026). Ia merinci, di Dusun Kliwon, terdapat 35 rumah yang terendam banjir. Dari jumlah itu, dua rumah rusak ringan milik warga bernama Wasma (55) dan Cermin (53). .rec-desc {padding: 7px !important;} Di Dusun Pahing, ada 35 rumah yang terendam banjir. Dari jumlah tersebut, terdapat satu unit rumah rusak sedang milik Dastim (60). Akibatnya, pemilik rumah harus mengungsi di rumah saudara mereka. Sedangkan di Dusun Puhun ada 25 rumah yang terendam banjir dan Dusun Wage 15 rumah. Sementara itu, dalam waktu bersamaan, luapan sungai akibat curah hujan yang tinggi juga merendam dua dusun di Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin. Tercatat ada sekitar 50 rumah yang terendam banjir dengan ketinggian antara 80 centimeter hingga satu meter. “Dalam bencana banjir di kedua desa itu, baik Desa Andamui maupun Desa Cisaat, tidak ada korban jiwa,” jelas Indra. Sementara itu, banjir di kedua desa tersebut saat ini telah surut. Masyarakat pun beraktivitas membersihkan material lumpur yang masuk ke dalam rumah. Aparat desa setempat juga memberikan imbauan kepada semua warganya agar waspada dan berhati-hati dalam menghadapi musim hujan ini.