Rencana Garuda (GIAA) Caplok Pelita Air, Muncul Khawatir PHK

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Federasi Serikat Pekerja Penerbangan Indonesia (FSPPI) buka suara perihal kekhawatiran pemutusan hubungan kerja (PHK) dari rencana konsolidasi maskapai BUMN yang menempatkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) sebagai induk PT Pelita Air Service.

Adapun, Garuda disinyalir akan membawahi PT Pelita Air Service dan PT Citilink Indonesia sebagai perusahaan anak.

Ketua Umum FSPPI Jemmy J. Pongoh menggarisbawahi bahwa penggabungan perusahaan aviasi pelat merah itu mestinya berlandaskan pertimbangan yang matang baik dari sisi iklim usaha, korporasi, hingga pekerja itu sendiri.

“Harapannya dengan adanya penggabungan ini kan harusnya mendatangkan hal positif. Terkait dampak kepada pekerjanya, ini yang seharusnya dibicarakan dengan baik supaya hal itu [PHK] tidak terjadi,” kata Jemmy di sela-sela Rakornas II & Rakernas IV Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Baca Juga : Danantara: Garuda (GIIA) Jadi Holding Maskapai Pelita & Citilink

Menurutnya, serikat buruh tentu menghendaki adanya peningkatan kesejahteraan dan daya saing pekerja, alih-alih terjadi pengurangan karyawan imbas aksi korporasi tersebut.

Jemmy memandang bahwa konsolidasi maskapai BUMN akan mendorong peluang industri penerbangan dan pariwisata Tanah Air dapat lebih terintegrasi.

Dia menyampaikan bahwa bandara sebagai salah satu pintu gerbang kedatangan wisatawan juga tak dapat berkembang bilamana industri pariwisata urung mekar.

“Kita ambil contoh di Denpasar ataupun di tempat-tempat lain di Jogja. Bandara itu harusnya akan lebih ramai kalau dunia pariwisata di satu tempat itu benar-benar hidup,” ujar Jemmy.

Dalam perkembangan terakhir, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menargetkan pembentukan holding penerbangan yang menempatkan Garuda Indonesia sebagai induk akan rampung pada kuartal I/2026.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan proses transisi GIAA menuju struktur holding baru tersebut berjalan cukup progresif.

Garuda disebutnya akan membawahi Citilink dan Pelita Air, serta dipastikan tidak akan bergabung ke dalam Holding BUMN Spesialis Aviasi dan Pariwisata yakni PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.

“Garuda di kuartal I/2026  ini sudah pindah, cepat mereka. Iya, Garuda Indonesia induk, [di bawahnya] ada Citilink, ada Pelita,” ungkap Dony saat ditemui di Jakarta, Selasa (10/2/2026) malam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dirut DSI Taufiq Minta RJ, Polri Terus Tuntaskan Penyidikan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peresmian Taman Bendera Pusaka Ditunda, Pramono: Masih Bangun IPAL Biar Air Tak Bau
• 13 menit lalukompas.com
thumb
Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Ramadhan sebagai Momentum Membangun Madrasah Iman dan Takwa
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
RI dan Norwegia Kucurkan Dana Hibah untuk Cegah Deforestasi
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Waspada, Serangan Rayap Dapat Menimbulkan Kerugian Ekonomi
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.