Bisnis.com, JAKARTA — Federasi Serikat Pekerja Penerbangan Indonesia (FSPPI) buka suara perihal kekhawatiran pemutusan hubungan kerja (PHK) dari rencana konsolidasi maskapai BUMN yang menempatkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) sebagai induk PT Pelita Air Service.
Adapun, Garuda disinyalir akan membawahi PT Pelita Air Service dan PT Citilink Indonesia sebagai perusahaan anak.
Ketua Umum FSPPI Jemmy J. Pongoh menggarisbawahi bahwa penggabungan perusahaan aviasi pelat merah itu mestinya berlandaskan pertimbangan yang matang baik dari sisi iklim usaha, korporasi, hingga pekerja itu sendiri.
“Harapannya dengan adanya penggabungan ini kan harusnya mendatangkan hal positif. Terkait dampak kepada pekerjanya, ini yang seharusnya dibicarakan dengan baik supaya hal itu [PHK] tidak terjadi,” kata Jemmy di sela-sela Rakornas II & Rakernas IV Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, serikat buruh tentu menghendaki adanya peningkatan kesejahteraan dan daya saing pekerja, alih-alih terjadi pengurangan karyawan imbas aksi korporasi tersebut.
Jemmy memandang bahwa konsolidasi maskapai BUMN akan mendorong peluang industri penerbangan dan pariwisata Tanah Air dapat lebih terintegrasi.
Dia menyampaikan bahwa bandara sebagai salah satu pintu gerbang kedatangan wisatawan juga tak dapat berkembang bilamana industri pariwisata urung mekar.
“Kita ambil contoh di Denpasar ataupun di tempat-tempat lain di Jogja. Bandara itu harusnya akan lebih ramai kalau dunia pariwisata di satu tempat itu benar-benar hidup,” ujar Jemmy.
Dalam perkembangan terakhir, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menargetkan pembentukan holding penerbangan yang menempatkan Garuda Indonesia sebagai induk akan rampung pada kuartal I/2026.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan proses transisi GIAA menuju struktur holding baru tersebut berjalan cukup progresif.
Garuda disebutnya akan membawahi Citilink dan Pelita Air, serta dipastikan tidak akan bergabung ke dalam Holding BUMN Spesialis Aviasi dan Pariwisata yakni PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.
“Garuda di kuartal I/2026 ini sudah pindah, cepat mereka. Iya, Garuda Indonesia induk, [di bawahnya] ada Citilink, ada Pelita,” ungkap Dony saat ditemui di Jakarta, Selasa (10/2/2026) malam.





