Jakarta: Masyarakat diminta mewaspadai serangan rayap. Serangan binatang tersebut dinilai dapat mengakibatkan kerugian ekonomi yang cukup besar.
"Rayap umumnya menyerang dan merusak berbagai barang yang terbuat dari kayu, seperti rangka atap, perabot, dan lain sebagainya," kata Operational Manager Fumida, Esa, dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Februari 2026.
Esa mengutip survei Asosiasi Pengendalian Hama Indonesia (APHI) menunjukkan bahwa 70 persen masyarakat Indonesia baru menyadari adanya serangan rayap setelah kerusakan mencapai 40-60 persen. Hal ini menyebabkan biaya perbaikan menjadi jauh lebih mahal dibandingkan tindakan preventif.
"Dengan adanya layanan profesional dari Fumida, masalah seperti itu bisa diatasi dan dicegah. Fumida menawarkan banyak kelebihan bagi konsumennya seperti metode moder, survey, hingga garansi panjang," kata Esa.
Kerugian ekonomi akibat serangan rayap di Indonesia diperkirakan mencapai Rp5-8 triliun per tahun. Menurut data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, angka ini meliputi kerusakan pada berbagai sektor, mulai dari perumahan, pertanian, hingga infrastruktur.
Esa mengatakan sebagian besar rumah di Indonesia masih menggunakan material kayu yang rentan terhadap serangan rayap. Meskipun kayu merupakan material yang mudah didapat dan relatif murah, namun tanpa perlindungan yang tepat, kayu menjadi sasaran empuk rayap.
Oleh karena itu, kata Esa, konsumen wajib memahami pentingnya mengatasi masalah rayap ini sejak awal. Menurut Esa, aktivitas dari hama ini seringkali ada di tempat tersembunyi seperti di bawah lantai ataupun balik dinding.
“Kerusakannya baru dapat dilihat saat Anda mendapati kondisi struktur rumah dari kayu mulai rapuh. Mencegah sejak awal mampu membantu Anda terhindar dari mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan rumah karena serangan rayap. Terlebih juga serangannya sudah parah, tentu semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan di masa mendatang,” ungkap Esa.
Baca Juga: Jasa Anti Rayap FUMIDA Solusi Tepat Basmi Hama
Ilustrasi fumida. Dok. Istimewa
Esa menjelaskan rumah yang sudah pernah rusak berat karena rayap pasti akan mengalami penurunan nilai. Menurut dia, nilai rumah bisa terjaga dengan melakukan tindakan perlindungan dan pencegahan.
Berdasarkan penelitian Lembaga Penelitian Universitas Indonesia pada 2023, rata-rata keluarga Indonesia mengalami kerugian akibat rayap sebesar Rp 2-5 juta per tahun untuk keluarga menengah ke bawah, Rp 5-15 juta per tahun untuk keluarga menengah, Rp 15-50 juta per tahun untuk keluarga menengah ke atas.
Esa mengungkapkan pihaknya memiliki metode modern untuk membasmi rayap, yakni drill inject. Cara tersebut dinilai punya kelebihan karena bisa menyasar langsung ke bagian pusat masalahnya, yaitu sarang dan juga jalur rayapnya. Selain itu, pihaknya juga memberikan garansi panjang 3 - 5 tahun kepada konsumen. Hal itu menunjukkan komitmen kuat dalam upaya membasmi serangan hama di rumah.
“Dengan adanya garansi, pelanggan dapat merasa lebih aman setelah proses treatment sekalipun. Apabila di masa mendatang ada aktivitas rayap lagi, maka prosedur penanganan akan segera dilakukan secara gratis," kata Esa.




