Jakarta, tvOnenews.com - Peristiwa penembakan Pesawat Smart Air di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel, Papua Selatan menewaskan dua orang sekaligus yakni Pilot dan Co-Pilot.
Sang Pilot yamg diketahui bernama Ergon Erawan kini telah dimakamkan pihak keluarga setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka kawasan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Sejawat almarhum yang juga sang pilot yakni Capt Daniel Putut Kuncoro Adi turut merespons insiden penembakan tersebut.
"Tentunya saya, kami, mengucapkan belasungkawa turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya atau gugurnya rekan sejawat kami, para pilot yang gugur dalam tugas," kata Daniel kepada awak media, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
- Istimewa
Daniel pun menyorot mengenai keamanan penerbangan terutama pada sejumlah bandara perintis buntut penembakan tersebut.
Ia meminta agar para pemangku kebijakan dapat memitigiasi khsusunya keamanan pada bandara perintis untuk menghindari terjadinya peristiwa serupa.
"Tentunya ini harapan kami, para penerbang yang terbang di daerah-daerah rawan ini, menjadi atensi pemerintah ya untuk khususnya menjaga keamanan dan keselamatan," katanya.
Di sisi lain, Daniel mengungkap jika bandara merupakan objek vital yang mestinya dapat diutamakan penjagaan keamanannya.
Pasalnya, kata Daniel, hal itu sesuai dalam Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 mengenai pengamanan objek vital.
"Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, provinsi maupun kabupaten untuk melihat bahwa bandar udara ini adalah sebagai urat nadi atau objek vital yang menghubungkan konektivitas, khususnya bandara perintis," katanya.
Diketahui, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F Laisa menjelaskan, bahwa kejadian ini bermalam saat pesawat tersebut berangkat pada pukul 10.38 WIT dari Bandar Udara Tanah Merah.
Pada pukul 11.05 WIT pesawat mendarat di Bandara Koroway Batu hingga ditembaki oleh sekelompok orang tak dikenal.
"Sesaat setelah mendarat pesawat mengalami penembakan," kata dia dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
Sementara berdasarkan informasi yang beredar, 13 penumpang pesawat tersebut berhasil selamat usai berlarian ke tengah hutan di pinggiran landasan udara.(raa)




