Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan bahwa keselamatan wisata merupakan sebuah fondasi utama untuk membangun ekosistem pariwisata generatif yang berkelanjutan di Indonesia.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham mengatakan, “Keselamatan bukan sekadar pelengkap dalam aktivitas wisata, melainkan prasyarat mutlak untuk mewujudkan destinasi yang tangguh, berdaya saing, dan dipercaya wisatawan,” katanya, dikutip dari Antara, Kamis (12/2/2026).
Advertisement
Dalam sambutannya di acara kuliah umum bertajuk “Keselamatan Wisata” di Politeknik Pariwisata Makassar, Martini menjelaskan keselamatan bagi wisata dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari kondisi cuaca dan karakteristik alam, sampai aspek teknis operasional dan juga faktor manusia atau kesalahan manusia.
Namun, standar keselamatan yang kuat hanya dapat terwujud melalui sinergi seluruh pemangku dari kepentingan.
“Selain sivitas akademika, pelaku usaha dan PHRI memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan wisata. Tidak kalah penting, kita sendiri sebagai wisatawan dan calon wisatawan juga memiliki tanggung jawab yang sama,” ujar Martini.
Menurutnya, wisatawan masa kini tidak hanya bersikap pasif, mereka juga perlu menjadi wisatawan yang bertanggung jawab melalui dua langkah utama, yaitu memiliki kesiapan yang matang dalam menjaga keamanan diri sendiri serta memastikan kelayakan perbekalan yang dibawa, dan juga bersikap disiplin dengan memilih jasa pelayanan yang telah bersertifikat, izin resmi, dan juga lisensi khusus.



