RUU Reformasi Tenaga Kerja Disetujui Senat Argentina Meski Ditolak Kaum Buruh

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Senator di Argentina mengesahkan RUU Reformasi Tenaga Kerja yang jadi andalan Presiden Javier Milei. Pengesahan di level senator ini dinilai sebagai langkah maju penting bagi agenda ambisius Milei yang liberal, yang dapat mendukung kembalinya pemerintahannya ke pasar internasional.

Dalam pemungutan suara, senat Argentina menyetujui RUU tersebut dan kemudian dikirim ke majelis rendah atau DPR untuk dibahas. Pemerintahan Milei membuat 28 konsensi pada Selasa (10/2) lalu untuk mendapat dukungan tambahan dari anggota parlemen dan gubernur provinsi. Di antara perubahan tersebut, pemerintahannya menghapus pasal yang akan menurunkan pajak pendapatan pengusaha karena akan mengurangi pendapatan provinsi.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (12/2), RUU Reformasi Tenaga Kerja ini menuai protes dan didemo masyarakat Argentina. Sementara para senator berdebat di gedung parlemen, masyarakat yang demo melempar molotov ke arah polisi anti huru hara, yang kemudian membalas dengan water cannon dan gas air mata.

Para investor telah memantau perkembangan RUU sebagai sinyal kekuatan politik Milei setelah partainya memenangkan pemilu sela pada Oktober 2025. Ini adalah yang pertama dari beberapa reformasi struktural yang direncanakannya, meski jadwal untuk reformasi lainnya tertunda.

Persetujuan atas langkah itu -- UU Ketenagakerjaan yang paling komprehensif dalam beberapa dekade -- dapat menurunkan risiko kedaulatan Argentina dan mendekatkan pemerintah pada penerbitan obligasi internasional.

Milei yang mendapat penolakan dari bank Argentina juga menghapus pasal yang memungkinkan pekerja memilih langsung menyetorkan gaji ke dompet virtual seperti Mercado Pago milik MercadoLibre Inc. Ini merupakan kemunduran bagi industri fintech Argentina yang sedang berkembang, utamanya karena Ketua Eksekutif MercadoLibre, Marcos Galperin, konsisten mendukung Milei.

Meski perubahannya terjadi di menit-menit terakhir, reformasi ketenagakerjaan ini tetap menjadi salah satu perombakan terbesar bagi perekonomian Argentina dalam beberapa dekade terakhir. Sebagian besar peraturan ketenagakerjaan Argentina dibuat pada 1970-an. Ini juga menandai pergeseran bagi Milei dari penghematan ala gergaji mesin di dua tahun pertamanya sebagai presiden ke pendekatan yang lebih moderat dan bertahap.

Reformasi ini bertujuan mengurangi biaya pengusaha, mendorong perekrutan, meringankan kewajiban pesangon, dan mendefinisikan kembali perjanjian perundingan kolektif. Reformasi ini juga mengurangi pajak domestik atas mobil, telepon seluler, dan properti sewa.

Meski para ekonom menganggap reformasi sebagai sesuatu yang lama dan dibutuhkan, hanya sedikit yang menilai dampak langsungnya dapat membalikkan tren yang sedang berlangsung. Sektor swasta formal Argentina telah kehilangan hampir 200 ribu pekerjaan bergaji sejak Milei menjadi presiden, sekitar 3 persen dari total keseluruhan. Ekonomi tumbuh tahun lalu sementara angkatan kerja sektor swasta menyusut, yang pertama dalam setidaknya 3 dekade. Sebagai bagian dari dorongan penghematannya, Milei juga memangkas 80 ribu pekerjaan pemerintah.

Kerugian pasar tenaga kerja menunjukkan pemulihan berbentuk K (pemulihan ekonomi di mana industri yang berbeda mengalami hasil yang berbeda --red), di mana sektor-sektor yang berorientasi ekspor dengan jumlah pekerjaan yang relatif lebih sedikit seperti pertanian, energi dan pertambangan tumbuh. Sementara industri padat karya seperti manufaktur, konstruksi, dan ritel menunjukkan tanda-tanda resesi.

Beberapa ekonom juga mengatakan sektor-sektor yang sedang berjuang tersebut mendukung perubahan yang masuk akal dalam reformasi tenaga kerja karena biaya pengusaha di Argentina, seperti kontribusi jaminan sosial, melebihi negara-negara lain di Amerika Latin. Litigasi yang mahal dan tidak dapat diprediksi terkait pesangon juga telah membuat pengusaha enggan merekrut. Namun, para analis menilai faktor utama di balik hilangnya pekerjaan akhir-akhir ini adalah aktivitas yang stagnan atau bahkan menurun di industri-industri padat tenaga kerja.

Pengangguran di Argentina tidak melonjak akibat penurunan pasar tenaga kerja formal, sebagian karena lonjakan pekerjaan informal yang meningkat sebanyak 231.000 pekerjaan sejak Milei menjabat, melampaui kerugian sektor formal. Jumlah pekerja lepas (freenlance) juga meningkat sekitar 140.000 sejak Milei menjabat.

Pemerintah juga berencana agar para senator memberikan suara bulan ini untuk undang-undang yang akan memodifikasi perlindungan lingkungan untuk gletser. Perubahan atas UU Gletser itu disebut membuka jalan bagi penambang tembaga untuk berinvestasi miliaran dolar dalam proyek-proyek tanpa ketidakpastian hukum saat ini terkait sanksi lingkungan. Namun, RUU tersebut ditunda setelah Milei harus membuat beberapa konsesi terkait reformasi tenaga kerja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Paket Harmoni Ramadan, PHI Group Siapkan Promo dan Ratusan Menu Nusantara
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Bawa Kokain 3 Kg ke Bali, Yuri Besera Dacosta Divonis 18 Tahun Penjara
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Usai Diterpa Hujan Angin, Stadion Pakansari Dipastikan Tetap Gelar Liga 2
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Tangkap Kurir Narkoba di Cakung, Happy Water-Etomidate Disita
• 2 jam laludetik.com
thumb
Syarat Dapat Keringanan Pinjol dan Cara Mengajukannya
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.