Insentif Mobil Listrik Belum Jelas, Geely Minta Kepastian Kebijakan Pemerintah

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Pabrikan otomotif asal China, Geely Auto Indonesia meminta kejelasan kepada pemerintah terkait keputusan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia pada 2026.

Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia Constantinus Herlijoso mengatakan, pelaku usaha membutuhkan kepastian kebijakan dari pemerintah guna menjaga kelangsungan dan kelancaran bisnis, khususnya di segmen kendaraan listrik

“Menjawab pertanyaan apakah insentif itu perlu? Ya, perlu. Karena secara bisnis, secara operasional kami membutuhkan kepastian,” ujarnya di JIExpo Kemayoran, dikutip Kamis (12/2/2026).

Perlu diketahui, pemerintah telah menegaskan bahwa skema impor utuh (completely built-up/CBU) untuk kendaraan listrik murni hanya berlaku hingga akhir 2025. Mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, produsen diwajibkan memenuhi komitmen produksi lokal dengan rasio 1:1 sesuai peta jalan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

Baca Juga : Geely Bakal Luncurkan 6 Model Baru dan Buka 80 Dealer di 2026

Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat kejelasan terkait kelanjutan insentif bagi industri otomotif, terutama untuk segmen kendaraan listrik pada 2026.

“Kami dari Geely, siap untuk menjawab semua tantangan dan kebijakan yang ada, karena kami memiliki platformnya. Baik untuk kendaraan listrik, hybrid, PHEV, ataupun kendaraan ICE. Sehingga apa pun kebijakan yang akan dikeluarkan, kami akan mengikuti dan memenuhi itu," jelasnya.

Alhasil, dia menilai diperlukan harmonisasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga guna menjaga keberlanjutan industri otomotif nasional.

“Perlu adanya kesepakatan atau aliansi antar-kementerian yang mungkin masih perlu sejalan. Karena beberapa kebijakan, termasuk kebijakan insentif, sebagian ada di Kementerian Perindustrian, sebagian ada di Kementerian Investasi/BKPM. Kalau itu bisa dialiansikan akan menjadi lebih menarik lagi,” katanya.

Sebagai informasi, Geely menggandeng PT Handal Indonesia Motor (HIM) sebagai mitra strategis dengan kapasitas hingga 60 unit per hari. Kolaborasi tersebut menegaskan komitmen jangka panjang Geely dalam memperkuat fondasi industri otomotif nasional sekaligus keyakinan terhadap potensi Indonesia sebagai pasar utama di Asean.

Ke depannya, Geely Auto Indonesia berencana untuk memboyong dua sub-merek baru ke Indonesia, yakni Zeekr dan Lynk & Co pada 2026.

Menilik kinerja penjualan mobil listrik nasional, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, total distribusi wholesales mobil listrik murni sepanjang 2025 mencapai 103.931 unit. Angka itu melonjak 140,64% (year-on-year/yoy) dari capaian sepanjang 2024 sebesar 43.188 unit.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gamifikasi AI Dorong Cara Belajar Lebih Adaptif dan Berdampak
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Bagi Angelina Jolie, Bekas Luka Operasi Mastektomi Ganda adalah Bukti Cinta
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Gerakan Tanah Rayapan di Tegal Merusak Ratusan Rumah, sampai Kapan Bakal Terjadi?
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Polisi Tangkap Perempuan Pencuri dan Pembakar Toko Emas di Makassar | KOMPAS PETANG
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Menko Polkam Minta TNI-Polri Pulihkan Situasi Usai Penembakan Smart Air 
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.