Bisnis.com, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan jajarannya untuk menggelar lelang dini proyek infrastruktur.
Dedi Mulyadi mengatakan di tengah keterbatasan fiskal, pihaknya tetap mendorong agar proyek infrastruktur jalan hingga Penerangan Jalan Umum (PJU) bisa cepat berproses lewat pengajuan lelang dini. "Betul begitu [lelang dini]," katanya, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya selain masih banyak ruas provinsi yang membutuhkan rekonstruksi dan perbaikan juga penerangan, juga menjadi momentum pihaknya mendukung kelancaran arus orang dan barang selama ramadan dan mudik lebaran 2026. "Betul," katanya.
Karena itu pembangunan akan difokuskan pada perbaikan dan pembangunan jaringan jalan provinsi di seluruh wilayah Jawa Barat. Secara paralel PJU yang rusak atau belum terpasang pun menjadi prioritas.
KDM, panggilan akrab Dedi, meminta warga mengawasi proses pembangunan agar jajarannya serius melakukan pengerjaan di lapangan. "Agar pembangunannya berkualitas, bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat," pungkasnya.
Sebelumnya KDM menegaskan bahwa fokus pembangunan Jawa Barat pada 2026 diarahkan pada penyelesaian infrastruktur dasar, terutama perbaikan jalan provinsi dan jalan kabupaten/kota.
Baca Juga
- Singgung Proyek Lama, AHY Tekankan Pentingnya Integrasi Infrastruktur di Sumsel
- Balikpapan Genjot Infrastruktur Sambut Gelombang Pegawai IKN
- Pemprov Sulsel: Pembangunan Infrastruktur Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 5,43%
Dia menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menargetkan tingkat kemantapan jalan mencapai di atas 90%, bahkan diharapkan bisa menembus 95%, dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,8 triliun.
Penanganan banjir turut menjadi perhatian melalui pembangunan infrastruktur daerah aliran sungai. Pemerintah provinsi juga menyiapkan anggaran untuk penyelesaian program listrik bagi masyarakat miskin senilai Rp78 miliar serta pembangunan penerangan jalan umum sebesar Rp473 miliar.
KDM menegaskan bahwa seluruh agenda tersebut menjadi kerangka prioritas pembangunan tahun 2026. "Ini adalah kerangka-kerangka prioritas," katanya.




