Keruk Sedimentasi di Aceh Tamiang, Menhan: Kita Memastikan Masa Depan Lebih Baik

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, pengerukan sedimentasi sungai pascabencana Sumatera oleh Satgas Kuala merupakan upaya untuk memberikan kepastian bagi masa depan masyarakat.

Hal itu disampaikan Sjafrie usai melakukan kunjungan kerja terkait progres pengerukan sedimentasi di Muara Kuala Peunaga, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (12/2/2026).

“Kita tidak hanya memperbaiki apa yang rusak, tetapi juga memastikan masa depan masyarakat menjadi lebih baik, baik dari sisi keamanan lingkungan maupun kedaulatan ekonomi,” kata Sjafrie, dikutip dari siaran pers, Jumat (12/2/2026).

Baca juga: Menhan Sjafrie: Prajurit TNI adalah Tentara Rakyat, Tidak Boleh Jadi Beban

Pengerukan sedimentasi di muara dinilai sebagai langkah strategis.

Upaya ini tidak hanya untuk pemulihan pascabencana, tetapi juga sebagai mitigasi agar banjir serupa tidak terulang di masa mendatang.

Berkurangnya sedimentasi meningkatkan kapasitas tampung air di bagian hilir.

Aliran air dari hulu ke laut pun menjadi lebih lancar.

Kondisi ini mengurangi risiko luapan akibat pendangkalan muara yang selama ini kerap menahan air di kawasan permukiman.

Selain memperkuat perlindungan dari ancaman banjir, normalisasi muara juga dianggap berdampak positif bagi perekonomian masyarakat pesisir, khususnya nelayan.

Kedalaman alur yang terjaga memudahkan kapal keluar masuk tanpa menunggu pasang tinggi atau khawatir kandas.

Baca juga: Cerita Saksi Ada Penyidik KPK Minta Rp 10 M Biar Kasus RPTKA Disetop

Akses yang lebih lancar meningkatkan efisiensi waktu dan biaya operasional, sehingga produktivitas nelayan ikut meningkat.

“Langkah pengerukan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons bencana secara holistik,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kuala dalam upaya pendangkalan sungai dan muara di wilayah terdampak akibat bencana Sumatera, Kamis (1/1/2026).

Satgas ini disiapkan sebagai langkah teknis untuk mempercepat pengerukan kuala (muara dan pertemuan sungai) sekaligus memanfaatkan sumber air di kawasan muara.

Baca juga: Teman Ida Fauziyah Cerita Didekati Penyidik KPK, Klaim Bisa Bikin Kasus Haji ‘Tidak Naik’

Pengumuman tersebut sempat disampaikan Sjafrie dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian/Lembaga terkait di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Sudah kita bentuk Satgas Kuala,” ujar Sjafrie dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (2/1/2026).

Sjafrie mengatakan, pembentukan Satgas Kuala telah diputuskan setelah koordinasi dengan pimpinan TNI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal Induk Pertama Indonesia Ditargetkan Tiba Sebelum HUT TNI Oktober Mendatang
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kapan Waktu Tepat Toilet Training? Ini Panduan Usia dan Cara Ajarkan menurut Dokter
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Cara Menyimpan dan Memanaskan Ulang Makanan Sesuai Saran Ahli Gizi
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
PT SMF Akan Koordinasi dengan Kementerian PKP untuk Dukung Gentengisasi
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
AFC Champions League Two: Ratchaburi FC di Atas Angin, Persib Punya PR Besar untuk Comeback
• 7 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.