Di Balik Roda Kayu dan Seragam Kusam, Habibi Jadi Kernet Delman untuk Bantu Keluarga

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Di usia yang baru 12 tahun, Khoirul Ahmad Habibi sudah memikul tanggung jawab membantu perekonomian keluarganya.

Bocah yang akrab disapa Habibi itu bekerja sebagai kernet delman setiap akhir pekan dan menyisihkan sebagian upahnya untuk sang ibu.

“Biasanya uang yang saya dapat dari kernet delman disimpan untuk dikasih ke ibu, buat bantu biaya keluarga. Kalau untuk sekolah paling sekitar Rp 5.000,” ujar Habibi saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Rabu (13/2/2026).

Selain itu, ia juga memberi makan rumput, memandikan kuda, dan membantu mengurus delman.

“Sebenarnya ada rasa takutnya, sering ditendang sama kudanya juga, tapi sudah biasa gitu,” katanya dengan mata berbinar.

Baca juga: Jadi Kernet Delman demi Keluarga, Habibi Tetap Semangat Sekolah

Sudah enam bulan Jadi kernet delman

Sudah enam bulan terakhir, ia bekerja setiap Sabtu dan Minggu, mulai selepas Ashar hingga sekitar pukul 18.00 WIB.

Habibi membantu tetangganya, Agus, menjadi kernet delman di kawasan Darmawangsa, Tambun Utara dengan penghasilannya tidak menentu.

“Kadang dapat Rp 20.000, kalau ramai bisa Rp 30.000,” katanya.

Habibi mulai menjadi kernet delman setelah diajak tetangganya, Agus, seorang kusir delman. Awalnya, ia hanya ikut-ikut saat Agus bekerja.

“Habibi sering main ke rumah. Awalnya cuma ikut saya narik. Setelah itu dia menawarkan diri mau bantu-bantu,” kata Agus.

Mengetahui kondisi ekonomi keluarga Habibi, Agus mengizinkannya membantu setiap kali menarik delman.

“Saya dengar keluarganya kurang mampu. Jadi saya ajak bantu urus kuda dan delman. Kebetulan anaknya juga rajin,” ujarnya.

Baca juga: Jadi Kernet Delman, Habibi Sisihkan Upah Rp 5.000 untuk Sekolah dan Bantu Ibu

Tinggal di rumah kontrakan

Habibi merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ia tinggal bersama kedua orangtuanya yang bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap, seorang nenek yang menderita stroke, serta seorang bibi dengan keterbelakangan mental.

Siswa kelas 4 Sekolah Dasar itu tinggal di Perumahan Citra Garden Permai, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di rumah kontrakan sederhana yang disewa Rp 600.000 per bulan itulah ia tumbuh, belajar memahami hidup lebih cepat dari anak seusianya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebijakan Publik dan Nasib Guru Honorer
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Sinopsis Drama China Dreams Never End, Perjuangan Musisi Meraih Kesuksesan
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Menhut Raja Juli Antoni Sebut Konsesi Hutan yang Dicabut Berpotensi Dikelola BUMN Pascabencana Sumatera
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah di Madinah, Didoakan Langsung Imam Besar Masjid Nabawi
• 14 jam lalusuara.com
thumb
Realisasi Anggaran MBG Rp60 Triliun Dorong Pertumbuhan Ekonomi Q1 2026
• 20 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.