Dokter (dr.) Riva Ambardina Praditaspesialis dermatologi, venereologi, dan estetika menyebut, penggunaan produk perawatan kulit atau skincare dapat membantu menghidrasi kulit dan mencukupi asupan cairan selama berpuasa.
“Khawatirnya kalau kulit kita juga kering, lapisan terluar kulitnya tidak utuh, rusak, maka pasti lebih mudah iritasi, breakout (berjerawat) dan sebagainya. Jadi, hidrasi nomor satu kalau lagi puasa,” kata Riva seperti dilansir Antara, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, perubahan hidrasi tubuh dapat berdampak pada kulit. Tetapi tidak diperlukan perbedaan perawatan kulit ketika berpuasa maupun tidak.
Ia mengatakan rutin menggunakan moisturizer atau pelembap dapat membantu kulit tetap terhidrasi selama berpuasa. Penggunaan pelembab berfungsi untuk memerangkap air yang ada di permukaan kulit.
Riva menyarankan waktu terbaik menggunakan pelembab, yakni saat kulit dalam kondisi lembab seperti setelah mencuci wajah.
Faktor utama yang memengaruhi kesehatan kulit saat menjalani ibadah puasa adalah kadar air dalam tubuh, dengan tetap menjaga kebutuhan cairan dalam tubuh saat berbuka dan sahur.
Hidrasi dapat bersumber dari air putih dan kolagen dari makanan yang mengandung protein. Karenanya, untuk menjaga keseimbangan tubuh dengan baik, pastikan makanan yang masuk ke dalam tubuh sudah memenuhi semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Panduan yang mengatur porsi jenis makanan dalam satu kali makan bisa dilihat dalam panduan Isi Piringku di laman website Kementerian Kewsehatan (Kemenkes). Berdasarkan panduan tersebut, 2/3 dari setengah isi piring diisi karbohidrat, 1/3 dari setengah piring diisi protein, 1/3 dari setengah piring diisi buah dan 2/3 dari setengah piring berisi sayur.
Untuk memelihara fungsi organ tubuh, merawat kulit, dan memperlancar pencernaan, Kemenkes juga menganjurkan mengonsumsi air putih sebanyak delapan gelas per hari.(ant/mun/bil/ham)




