Wall Street Ditutup Anjlok Imbas Kekhawatiran Disrupsi AI

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street anjlok pada Kamis (12/2), dengan Nasdaq yang didominasi saham teknologi merosot 2 persen karena investor meningkatkan aksi jual saham teknologi dan meninggalkan saham transportasi di tengah kekhawatiran tentang gangguan kecerdasan buatan (AI).

Indeks S&P 500 dan Dow Jones turun lebih dari 1 persen karena investor juga mencerna data pekerjaan terbaru dan menunggu laporan inflasi Januari yang akan dirilis pada hari ini.

Dikutip dari Reuters, Jumat (13/2), Indeks Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 669,42 poin, atau 1,34 persen menjadi 49.451,98. Indeks S&P 500 (.SPX) turun 108,71 poin, atau 1,57 persen menjadi 6.832,76 dan Nasdaq Composite (.IXIC) kehilangan 469,32 poin, atau 2,03 persen menjadi 22.597,15.

Setelah mengawali hari dengan kenaikan, indeks mulai mengalami penurunan karena investor menjauhi sektor-sektor yang lebih berisiko dan menempatkan taruhan yang lebih defensif seperti sektor utilitas (.SPLRCU), barang konsumsi pokok (.SPLRCS), dan real estat (.SPLRCR).

Meskipun para investor mencemaskan dampak AI terhadap persaingan, laporan triwulanan yang kurang mengesankan dari Cisco Systems (CSCO.O) turut memperburuk sentimen pasar terhadap saham teknologi secara luas. Perusahaan transportasi juga ikut terpengaruh oleh kekhawatiran tentang disrupsi AI.

"Narasi yang lebih luas di pasar adalah sektor dan industri mana yang dapat meningkatkan produktivitas dari investasi AI, dan sebaliknya, industri mana yang akan terganggu oleh AI," kata analis investasi utama di GuideStone Funds, Jack Herr.

Saham Cisco ditutup turun 12,3 persen dalam aksi jual satu hari terbesar sejak Mei 2022 setelah penyedia peralatan jaringan tersebut membukukan laba kotor yang disesuaikan secara kuartalan di bawah perkiraan.

Cisco merupakan faktor penghambat terbesar kelima bagi S&P 500. Aksi jual sahamnya kemungkinan mendorong investor untuk keluar dari saham-saham kapitalisasi besar yang sangat likuid seperti Apple (AAPL.O), Nvidia (NVDA.O), Broadcom (AVGO.O) dan Amazon.com (AMZN.O).

Musim laporan keuangan telah menghidupkan kembali kekhawatiran investor tentang pengeluaran modal yang ambisius tahun ini, dengan Amazon, Google (GOOGL.O), Meta (META.O), dan Microsoft (MSFT.O) diperkirakan akan menghabiskan sekitar USD 650 miliar dalam perlombaan untuk mendominasi AI.

Indeks perangkat lunak S&P 500 (.SPLRCIS) turun 1,7 persen, menghapus sebagian besar pemulihan indeks dari penurunan tajam minggu lalu. Penurunan persentase terbesar selama sesi tersebut adalah AppLovin (APP.O) yang anjlok 19,7 persen setelah melaporkan kinerja kuartal IV. Saham platform pemasaran ini berada di bawah tekanan tahun ini karena persaingan yang ketat.

Indeks Dow Jones Transport Average (.DJT) yang sensitif terhadap kondisi ekonomi turun 4 persen dengan aham Landstar (LSTR.O) turun 15,6 persen, sementara CH Robinson (CHRW.O) mengalami penurunan sebesar 14,5 persen dan Expeditors International (EXPD.N) kehilangan 13,2 persen.

Alat baru oleh perusahaan AI Algorhythm Holdings (RIME.O) menjadikan perusahaan truk sebagai target terbaru kekhawatiran investor tentang disrupsi AI. Saham Algorhythm mengakhiri sesi dengan kenaikan hampir 30 persen.

Sementara indeks SE Semikonduktor Philadelphia (.SOX) meskipun kinerjanya lebih baik dibandingkan saham perangkat lunak baru-baru ini, saham ini ditutup turun 2,5 persen pada hari Kamis.

Equinix (EQIX.O) melonjak 10,4 persen setelah operator pusat data terbesar tersebut memperkirakan pendapatan tahunan di atas estimasi pada Rabu, dengan bertaruh pada permintaan yang kuat terkait AI. Ini merupakan saham dengan kenaikan terbesar di indeks real estat S&P 500.

Para produsen komputer pribadi mengalami penurunan setelah Lenovo China memperingatkan adanya tekanan pengiriman akibat kekurangan chip memori, yang melemahkan saham HP (HPQ.N) turun 4,5 persen dan Dell Technologies (DELL.N) anjlok 9 persen.

Investor Tunggu Data Pekerjaan

Laporan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan memicu kekhawatiran bahwa lebih kecil kemungkinan Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga. Kekhawatiran ini di saat para investor bersiap untuk laporan Indeks Harga Konsumen Januari, yang akan dirilis sebelum pembukaan sesi berikutnya.

Jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk tunjangan pengangguran menurun kurang dari yang diperkirakan minggu lalu, kemungkinan karena gangguan akibat badai musim dingin masih berlanjut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Golkar Beri Sinyal Tetap Usung Prabowo di Bursa Capres 2029, Cawapresnya Siapa?
• 16 jam laludisway.id
thumb
OJK Serahkan Tersangka Manipulasi Harga Saham SWAT ke Kejaksaan Negeri Boyolali
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Banyak Dikeluhkan, Cahaya Kamera ETLE Margonda Kini Dimatikan di Malam Hari
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Pendidikan Mesti Diandalkan untuk Pengentasan Konflik Sosial
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Penampakan Terbaru Toko Tiffany dan Co Usai Disegel Bea Cukai
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.