JAKARTA, KOMPAS.com – Menjelang Ramadan dan Imlek 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melakukan inspeksi kualitas daging dan telur di Pasar Kramat Jati.
Pemeriksaan dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur melalui uji organoleptik, yakni pengecekan kualitas daging secara kasatmata.
Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Theresia Ellita, mengatakan pengawasan menyasar daging sapi, daging babi, serta telur yang menjadi komoditas banyak diburu menjelang hari besar keagamaan.
Baca juga: Harga Daging Sapi di Pasar Kramat Jati Naik Jelang Ramadhan, Pembeli Kurangi Belanjaan
"Hari ini kami melakukan pengawasan terhadap komunitas peternakan untuk daging sapi, daging babi, dan telur dalam rangka menyambut Imlek dan Ramadan," ujar Ellita di Pasar Kramat Jati.
Ellita menjelaskan, pemeriksaan organoleptik dilakukan dengan menilai bau, warna, dan tekstur daging.
Selain itu, petugas juga memberikan pembinaan kepada pedagang terkait sanitasi dan higiene. Berdasarkan hasil pengecekan, kualitas daging yang dijual di Pasar Kramat Jati dinyatakan aman dan layak dikonsumsi.
Harga daging sapi naikMeski kualitas daging baik, Ellita mengungkapkan harga daging sapi mengalami kenaikan menjelang Ramadan.
"Ada kenaikan sekitar Rp 10.000. Harganya sekarang berkisar Rp 140.000–Rp 150.000, sebelumnya antara Rp 130.000–Rp 140.000," ungkapnya.
Ia memastikan stok daging masih tersedia. Pedagang hanya sebagai penerima pasokan sehingga tidak mengetahui secara rinci mekanisme penetapan harga di tingkat rumah potong hewan (RPH).
"Kalau stok sih ada, cuman mereka juga tidak paham, artinya kan mereka penerima ya. Harga di tingkat RPH sebenarnya sudah pada titik standar yang ditetapkan, jadi standar tertinggi," jelas Ellita.
Baca juga: Harga Daging Sapi di Pasar Kramat Jati Naik Jelang Ramadhan, Pembeli Sepi
Pembeli mulai berkurangKenaikan harga daging sapi membuat aktivitas belanja di Pasar Kramat Jati cenderung sepi. Jodi (60), salah satu pedagang, mengatakan harga daging sapi mulai naik sepekan terakhir.
"Sudah hampir semingguan naik, dari Rp 130.000–Rp 125.000 sekarang Rp 140.000," ujarnya.
Ia memperkirakan harga akan terus meningkat menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Tahun sebelumnya Rp 150.000 pas Lebaran, ini mungkin bisa lebih."
Akibat kenaikan harga, jumlah pembeli menurun. Salah satu pembeli, Tini, mengatakan terpaksa mengurangi belanjaannya.
"Kalau dulu beli 2–3 kilogram, sekarang satu kilogram cukup, lebih uang buat beli bumbu," ujarnya. Tini berharap ada pengendalian harga daging sapi agar tidak semakin melonjak menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
"Ya kalau bisa harga turun, tapi kalau Ramadan pasti naik, semoga tidak terlalu tinggi, kan kita beli untuk konsumsi sendiri," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




