Pengusaha Menjerit Pasokan Daging Turun Imbas Pemangkasan Kuota Impor

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia (Nampa/National Meat Processors Association Indonesia) mengeluhkan berkurangnya pasokan daging akibat  kebijakan pemangkasan kuota impor daging sapi.

Direktur Eksekutif Nampa Hastho Yulianto menyatakan kebijakan pemangkasan alokasi kuota impor daging sapi tahun 2026 menjadi 30.000 ton dari tahun lalu sebesar 180.000 ton telah membawa pengaruh di pasar daging sapi dan industri pangan Indonesia termasuk dampak pada sektor pengolahan daging.

Penurunan kuota impor untuk swasta maupun anggota asosiasi industri pengolahan daging, yang tahun ini hanya mendapatkan alokasi 17.000 ton, berisiko berdampak pada ketersediaan bahan baku untuk industri pengolahan daging yang dampaknya akan menjalar ke pasar.

"Dengan pasokan yang makin terkonsentrasi di tangan BUMN dan menurunnya fleksibilitas swasta, maka pasar pun rentan terhadap gangguan," kata Hastho dikutip dari Antara, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan kuota impor daging 2026 dua BUMN yakni PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia mendapatkan alokasi sebanyak 100.000 ton.

Menurut dia, jika kebijakan kuota impor tahun 2026 tidak ditinjau secara komprehensif, maka berpotensi pada penurunan kapasitas produksi, penundaan rencana ekspansi, bahkan penghentian usaha bagi sebagian pelaku industri.

Baca Juga

  • Kemendag: Harga Pangan Sumatra Stabil, Tapi Daging Sapi-Cabai Naik
  • Awal Februari 2026, BPS Klaim Harga Telur-Daging Ayam Turun
  • Pengusaha Daging Sambangi Kemendag Minta Kejelasan Izin Impor

Menurut dia, kebijakan pemangkasan kuota impor daging tidak tepat terlebih ditambah dengan adanya beberapa Izin Pemasukan API-U jenis dagingnya tidak sesuai dengan yang dimohon.

"Hal itu membuat kuota secara angka terlihat ada, tapi secara utilisasi industri tidak efektif dan bahkan berpotensi mematikan perusahaan API-U (importir umum), karena tidak punya barang dagangan yang sesuai kebutuhan pelanggannya," ujarnya.

Dia juga menilai kebijakan daging saat ini bertentangan dengan tujuan pembangunan industri dan dampaknya sangat jelas di lapangan, karena dengan pembatasan kuota, harga bahan baku industri melonjak tajam.

Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu (11/2), harga daging sapi sudah masuk rentang tertinggi harga acuan pembelian (HAP) konsumen sementara di pasaran untuk daging sapi segar (chilled) paha depan dan paha belakang masing-masing Rp130.000/kg dan Rp140.000/kg.

“Harga memang naik sejak kami usai mogok dagang. Jika sebelumnya saya masih jual Rp130.000/kg, sekarang sudah Rp140.000/kg,” ujar Ahmad, pedagang daging di Pasar Cibubur, Jakarta, Rabu (11/2)

Begitu juga untuk harga daging kerbau sudah 20 persen HAP atau rata-rata Rp112.100/kg, bahkan di Pulau Jawa, harga daging kerbau mencapai Rp120.000/kg atau 50 persen di atas HAP yang ditetapkan sebesar Rp80.000/kg.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Utang Pemerintah Tembus Rp 9.637 Triliun, Purbaya Beberkan Penyebabnya
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Ketua Panpel PSM Amankan Pelaku Transaksi Narkoba di Kawasan Stadion BJ Habibie
• 23 menit laluharianfajar
thumb
Menghubungkan Perjalanan dan Kesehatan: Wellness Tourism Jepang, Program Baru Hasil Kolaborasi dengan Permata Bank dan ReM CLINIC Ginza
• 23 menit lalumediaapakabar.com
thumb
2 Hari Menuju Pementasan Terakhir, Musikal Perahu Kertas Ajak Penonton Hidupkan Lagi Mimpi
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Turun Lagi Rp43.000! Harga Emas Antam Hari Ini 13 Februari 2026 Sentuh Angka Rp2.904.000 per Gram
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.