Utang Pemerintah Tembus Rp 9.637 Triliun, Purbaya Beberkan Penyebabnya

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah telah mencetak utang mencapai Rp 9.637,90 triliun per 31 Desember 2025.

Jumlah yang setara 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) itu, diketahui melonjak sebesar Rp 229,26 triliun dari jumlah sebelumnya yang sebesar Rp 9.408,64 triliun per 30 September 2025.

Baca Juga :
Puji Airlangga, Prabowo: Mereka Kerja Keras dalam Tahun Pertama
Genjot Ekonomi RI ke 8 Persen, Airlangga Pacu Belanja Pemerintah, Investasi, dan Ekspor

Terkait hal tersebut, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, rasio utang di level 40 persen terhadap PDB itu disebabkan adanya tekanan perlambatan ekonomi di tahun 2025 lalu.

Tumpukan uang kertas rupiah. (Foto ilustrasi)
Photo :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Saat ditemui di kawasan Dharmawangsa pada Kamis, 12 Februari 2026 kemarin, Purbaya memastikan bahwa posisi utang itu masih aman karena di bawah 60 persen terhadap PDB, sesuai aturan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara.

"Kemarin kan terpaksa karena ada perlambatan signifikan. Pilihannya, ke kondisi seperti (krisis) 1998 atau meningkatkan utang sedikit?" kata Purbaya, dikutip Jumat, 13 Februari 2026.

"Tapi ekonomi kita selamat, habis itu kita tata ulang semuanya," ujarnya.

Purbaya menegaskan, keputusan untuk menambah utang itu merupakan bagian dari strategi pemerintah, dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional supaya tidak terjerumus ke krisis yang lebih dalam.

Diketahui, berdasarkan laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan pada Jumat, 13 Februari 2026, total utang pemerintah sebesar Rp 9.637,90 triliun itu terdiri atas dua jenis. Antara lain yakni surat berharga negara (SBN) dan pinjaman.

Tercatat, utang pemerintah per akhir Desember 2025 didominasi oleh instrumen SBN yang mencapai sebesar Rp 8.387,23 triliun, atau sekitar 87,02 persen. Sementara sisanya yakni pinjaman mencapai sebesar Rp 1.250,67 triliun, atau sekitar 12,98 persen.

Baca Juga :
Rupiah Melemah di Tengah Tekanan Fiskal RI akibat Belanja dan Utang Pemerintah
Purbaya Siap Gelontorkan Insentif Pacu Optimalisasi Ekonomi Syariah RI
Purbaya Buka Suara soal Penyegelan 3 Toko Perhiasan Tiffany & Co oleh Bea Cukai

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ingatkan Pengusaha Besar: Sudahlah, Kalian Sudah Kaya, Patuhi Peraturan
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Kasus pasangan asusila naik taksi daring di Jaksel diselidiki
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Ketua Komisi III DPR Ungkap Ada Penumpang Gelap Reformasi Polri
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Milomir Seslija Sebut Laga Kontra Madura United Jadi Ujian Penentu Persis Lolos dari Degradasi
• 22 jam lalubola.com
thumb
Bedah Editorial MI: Swasembada Energi Semata Demi Rakyat
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.