PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) telah menindaklanjuti suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 6,68 triliun yang diterima pada akhir Desember 2025, setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2025.
Direktur Utama PT SMF, Ananta Wiyogo, menyatakan dana tambahan tersebut telah disalurkan kepada perbankan guna memperkuat dukungan pembiayaan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Jadi pada waktu (Rp) 6,68 triliun itu kami terima, kami langsung mem-bridging-nya dengan kita punya dana internal kita ambil dari pasar modal kita jadiin satu jadi (Rp) 8,03 triliun, langsung malam itu kita salurkan kepada bank penyalur KPR FLPP,” kata Ananta dalam Media Briefing Kunjungan Kerja Pers 2026 di Wilayah Sangkrah, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/2).
Ia menyampaikan, dana itu langsung disalurkan kepada sekitar 15 bank penyalur, dengan alokasi terbesar mengalir ke Bank Tabungan Negara (BTN), BTN Syariah, serta Bank Papua.
“Jadi malam itu habis semua, ngggak sempet kita yang namanya kita hold sebentar itu. Langsung kita distribusikan,” sebut Ananta.
Kemudian, Ananta menyatakan PT SMF telah berkontribusi sekitar 25 persen dari total pembiayaan FLPP secara nasional. Pada periode 2018-2025, perusahaan tersebut tercatat telah menyalurkan dana sekitar Rp 34 triliun guna mendukung pelaksanaan program itu.
“Kami telah menyalurkan sejak 2018 sampai sekarang kurang lebih Rp 34 triliun untuk sekitar 904 ribu unit rumah. (Dalam skema FLPP) sebanyak 75 persen berasal dari pemerintah melalui Tapera dan 25 persen melalui SMF, dan kami sudah menyediakan dana itu,” lanjut Ananta.
Adapun hingga 31 Desember 2025, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi FLPP mencapai 278.868 unit rumah, dengan mayoritas penerima berasal dari generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial.
“Kami melaporkan bahwa pada tahun 2025 kami mencatatkan capaian tertinggi sepanjang sejarah FLPP, dengan angka realisasi sebesar 278.868,” ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, dalam konferensi pers di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta, dikutip Jumat (13/2).
Dari total realisasi tersebut, sebanyak 278.865 unit terdiri atas rumah tapak dan 3 unit rumah susun, dengan total nilai FLPP mencapai sekitar Rp 34,64 triliun. Capaian ini setara sekitar 80 persen dari target penyaluran FLPP 2025 sebesar 350.000 unit.





