Polisi Pernah Datangi Rumah Pelaku Penembakan Tumbler Ridge Terkait Kesehatan Mental dan Senjata

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

INVESTIGASI atas salah satu penembakan sekolah paling mematikan dalam sejarah Kanada di kota Tumbler Ridge mulai mengungkap fakta mengejutkan. Pihak berwenang mengakui telah berulang kali mendatangi rumah Jesse Van Rootselaar, 18, tersangka utama penembakan, jauh sebelum tragedi maut itu terjadi.

Insiden berdarah pada Selasa lalu ini menewaskan delapan orang, termasuk seorang guru, lima anak-anak, serta ibu dan adik tiri pelaku. Sekitar 25 orang lainnya terluka, dengan dua di antaranya masih dalam kondisi kritis. Pelaku sendiri ditemukan tewas di sekolah akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri.

Rekam Jejak yang Terabaikan

Wakil Komisaris Royal Canadian Mounted Police (RCMP), Dwayne McDonald, mengonfirmasi keluarga pelaku sudah dikenal oleh pihak berwenang. Polisi tercatat beberapa kali mendatangi kediaman mereka dalam beberapa tahun terakhir terkait masalah kesehatan mental tersangka.

Baca juga : Polisi Identifikasi Pelaku Penembakan di Tumbler Ridge Kanada

Bahkan, sekitar dua tahun lalu, polisi sempat menyita senjata api dari rumah tersebut berdasarkan kode hukum pidana. Namun, senjata-senjata itu kemudian dikembalikan setelah pemilik sahnya mengajukan petisi.

"Polisi telah mendatangi kediaman tersebut beberapa kali... berurusan dengan kekhawatiran kesehatan mental terkait tersangka kami," ujar McDonald.

Fakta bahwa senjata dikembalikan ke rumah yang memiliki riwayat masalah kesehatan mental memicu kemarahan publik. Premier British Columbia, David Eby, menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan jawaban atas prosedur tersebut.

Baca juga : 9 Tewas Akibat Penembakan Massal di Sekolah Kanada, Pelaku Ditemukan Meninggal

Duka Mendalam bagi Keluarga Korban

Di tengah perdebatan hukum, duka mendalam menyelimuti keluarga korban. Abel Mwansa Jr, seorang anak yang dikenal cerdas dan mencintai sains, menjadi salah satu korban tewas. Ibunya, Bwalya Chisanga, mengenang kata-kata terakhir putranya yang meminta dijemput di gereja sepulang sekolah.

Korban lainnya, Kylie Smith, 12, digambarkan oleh ayahnya sebagai sosok yang lembut dan mencintai seni. "Jika Anda ingin memasang foto seseorang di berita, pasanglah foto putri saya," ujar ayahnya, Lance Younge, sembari meminta publik untuk tetap fokus pada para korban yang kehilangan masa depan mereka.

Profil Pelaku dan Isu Identitas

Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai Jesse Van Rootselaar, yang lahir secara biologis sebagai laki-laki namun telah bertransisi dan mengidentifikasi diri sebagai perempuan selama enam tahun terakhir.

Terkait spekulasi di media sosial mengenai identitas gender pelaku, pakar kekerasan bersenjata memperingatkan agar tidak melakukan generalisasi. Data menunjukkan bahwa pelaku penembakan massal dari kelompok transgender secara statistik sangatlah minim, bahkan kurang dari 0,1% di Amerika Serikat dalam satu dekade terakhir. Sebaliknya, kelompok ini justru lebih sering menjadi korban kejahatan.

Perdana Menteri Mark Carney dijadwalkan mengunjungi kota berpenduduk 2.400 jiwa tersebut pada Jumat ini untuk menyampaikan belasungkawa langsung kepada komunitas yang terguncang tersebut. (The Guardian/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penetrasi Pasar Olahraga, Bank Jakarta Resmi Sponsori Pelita Jaya Jakarta untuk IBL 2026
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bukan Ronaldo, tapi Abdullah Al-Hamddan yang Sukses Bawa Al Nassr Raih Kemenangan Lawan Arkadag: Saya akan Terus Kerja Keras
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Viral Dugaan Asusila di Taksi Online, Polisi Telusuri Identitas Penumpang
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Krisis 2026 Harga Komputer Melejit, Merek China Ini Malah Diskon Besar
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mendes Yandri Lepas Ekspor Gula Aren Organik Pacitan ke Tiga Negara
• 17 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.