Raja Charles Diteriaki Warga Imbas Nama Pangeran Andrew Muncul di Epstein Files

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Nama Raja Charles kembali menjadi sorotan setelah ia diteriaki warga dalam sebuah agenda resmi di Inggris. Insiden tersebut terjadi di tengah mencuatnya kembali dokumen Epstein Files yang memuat jutaan halaman arsip terkait Jeffrey Epstein. Dalam dokumen tersebut, nama Pangeran Andrew kembali menjadi perhatian, sehingga memicu tekanan terhadap keluarga kerajaan.

Protes masyarakat muncul akibat dugaan bahwa Andrew Mountbatten-Windsor, nama yang kini digunakan Pangeran Andrew setelah gelar kehormatannya dicabut, diduga membocorkan informasi perdagangan sensitif kepada Epstein. Tuduhan ini tengah ditelaah oleh Kepolisian Thames Valley.

Dukungan Raja Charles terhadap Penyelidikan Polisi

Istana Buckingham menyatakan bahwa Raja Charles mendukung langkah kepolisian Inggris dalam menelaah laporan terhadap Pangeran Andrew. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin, 10 Februari 2026, setelah Kepolisian Thames Valley mengkonfirmasi sedang menilai laporan resmi terkait dugaan kebocoran informasi.

Dalam pernyataan yang dikutip media internasional, Istana Buckingham menegaskan bahwa Raja Charles telah menunjukkan keprihatinan mendalam terhadap tuduhan yang terus bermunculan mengenai perilaku Andrew Mountbatten-Windsor. Istana juga menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan kepada penyidik apabila dibutuhkan.

Raja Charles menilai bahwa setiap tuduhan harus ditangani secara transparan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Sikap ini dipandang sebagai langkah menjaga integritas monarki di tengah sorotan publik.

Dugaan Kebocoran Informasi Perdagangan

Email-email yang menjadi dasar laporan tersebut termasuk dalam lebih dari tiga juta halaman dokumen dan foto yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat dalam Epstein Files. Dalam korespondensi itu, Andrew diduga meneruskan salinan laporan dari kunjungan resmi dua pekannya ke Asia Tenggara, yang mencakup Hanoi, Saigon, Singapura, Kuala Lumpur, dan Hong Kong.

Pengiriman laporan tersebut disebut terjadi tak lama setelah ia kembali ke Inggris. Tuduhan ini kemudian dilaporkan secara resmi kepada kepolisian oleh Graham Smith, CEO kelompok anti-monarki Republic. Laporan tersebut menyoroti dugaan penyalahgunaan jabatan publik dan potensi pelanggaran Undang-Undang Rahasia Resmi Inggris.

Kepolisian Thames Valley menyatakan telah menerima laporan resmi dan tengah menilai informasi tersebut sesuai prosedur yang berlaku. Hingga saat ini, belum ada dakwaan resmi yang diajukan terhadap Andrew Mountbatten-Windsor.

Respons Keluarga Kerajaan

Selain dukungan dari Raja Charles terhadap proses penyelidikan, keluarga kerajaan sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah administratif terhadap Pangeran Andrew. Ia telah kehilangan peran resmi dalam keluarga kerajaan serta gelar kehormatan militer.

Hubungan Pangeran Andrew dengan Epstein selama bertahun-tahun telah menimbulkan tekanan reputasional yang besar. Meskipun demikian, Andrew secara konsisten membantah melakukan pelanggaran hukum. Sejak rilis terbaru Epstein Files, ia belum memberikan komentar publik.

Istana Buckingham menyatakan bahwa klaim spesifik terkait dugaan kebocoran informasi merupakan hal yang harus dijelaskan langsung oleh Andrew Mountbatten-Windsor apabila diperlukan dalam proses penyelidikan.

Kepindahan dari Royal Lodge

Dampak kontroversi ini juga terlihat dari perubahan tempat tinggal Pangeran Andrew. Setelah maraknya pemberitaan mengenai keterkaitannya dengan Epstein, ia tidak lagi menempati Royal Lodge di Windsor.

Menurut laporan media internasional, Andrew kini tinggal di Sandringham, perkebunan pribadi milik Raja Charles di Norfolk, Inggris timur. Kepindahan tersebut diumumkan Istana Buckingham pada Oktober lalu dan awalnya diperkirakan terjadi pada awal 2026.

Hingga Rabu pagi waktu setempat, Andrew telah menetap di Sandringham. Kepindahan ini berlangsung secara tertutup dan terjadi hanya beberapa hari setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis sekitar tiga juta dokumen tambahan terkait Jeffrey Epstein.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Didakwa Rugikan Negara Rp285 Triliun, Anak Riza Chalid Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Pencuri Besi di Jembatan Sunter Beraksi secara Berkelompok
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Polda Metro Jaya Tangani 1.160 Kasus dalam Operasi Pekat Jaya 2026
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Kecelakaan Maut Mobil MBG Tabrak Truk Batu di Lampung, Sopir Tewas Terjepit
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Wall Street Jeblok Imbas Kekhawatiran Inverstor Terhadap Dampak Negatif AI
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.