Dilirik Investor Singapura, SPRE Perkuat Pasar Lewat Kolaborasi dengan RedDoorz

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE) menjalin kerja sama strategis dengan RedDoorz sebagai bagian dari langkah memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat kinerja bisnis perseroan secara nasional.

Melalui kolaborasi tersebut, perseroan akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan jaringan RedDoorz melalui penyediaan produk serta layanan secara berkelanjutan. Manajemen menilai sinergi ini diharapkan menciptakan nilai tambah bagi kedua pihak sekaligus meningkatkan akses pasar perusahaan.

Direktur Utama SPRE Rizet Ramawi menyampaikan bahwa kemitraan tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan.

“Kerja sama dengan RedDoorz merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing, serta memperkuat posisi perusahaan di industri nasional,” kata Rizet dalam keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).

Perseroan optimistis kerja sama ini dapat meningkatkan volume penjualan, memperluas wilayah pemasaran, serta memperkuat stabilitas usaha. Selain itu, kolaborasi tersebut juga membuka peluang pengembangan bisnis pada berbagai sektor pendukung lainnya.

SPRE menegaskan komitmennya sebagai perusahaan terbuka untuk terus beroperasi secara profesional, adaptif, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Baca Juga

  • Perusahaan Singapura Saiko Consultancy Bakal Akuisisi Soraya Berjaya (SPRE)
  • Soraya Berjaya (SPRE) Resmi Listing di Bursa, Sahamnya Naik Tipis
  • IPO Soraya Berjaya Indonesia (SPRE) Oversubscribed 1,54 Kali, Sahamnya Listing Hari ini

Sebagai informasi, SPRE merupakan produsen perlengkapan kamar tidur yang berdiri sejak 2001 dan berbasis di Padang serta Pekanbaru.

Perseroan memasarkan produk seperti sprei, bed cover, bantal, guling, dan aksesori rumah tangga melalui merek Soraya Bedsheet, serta saat ini telah memiliki dua pabrik dan delapan gerai di Padang, Pekanbaru, dan Jambi.

SPRE Bakal Diakuisisi Perusahaan Singapura

Sebelumnya, perusahaan asal Singapura, Saiko Consultancy Pte. Ltd., dikabarkan tengah menjajaki rencana pengambilalihan saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE) melalui pembelian saham milik pemegang saham pengendali.

Direktur Utama SPRE, Rizet Ramawi, menyampaikan rencana tersebut masih dalam tahap negosiasi dan telah disampaikan sebagai keterbukaan informasi sesuai ketentuan pasar modal.

“Saiko Consultancy Pte. Ltd. bermaksud untuk mengambil alih saham yang dimiliki oleh Rizet Ramawi sebanyak-banyaknya 222.600.000 saham atau setara dengan 27,83% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, saat pengumuman disampaikan, calon pembeli belum memiliki kepemilikan saham di SPRE. Setelah transaksi rampung, calon pengendali baru akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.

“Pelaksanaan rencana pengambilalihan maupun penawaran tender wajib akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk ketentuan di bidang pasar modal,” katanya.

Rizet juga menegaskan bahwa rencana transaksi tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan.

“Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan Perseroan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Saiko Consultancy, Mark Leong Kei Wei, menyatakan rencana pengambilalihan dilakukan untuk mendukung strategi ekspansi perusahaan.

“Tujuan dilaksanakannya rencana pengambilalihan ini adalah untuk menunjang strategi pengembangan usaha serta memperluas kegiatan bisnis pembeli sebagai bagian dari ekspansi korporasi,” katanya.

Negosiasi saat ini masih berlangsung, termasuk pembahasan nilai akhir transaksi dan jadwal penyelesaian. Saiko Consultancy merupakan perusahaan berbadan hukum Singapura yang bergerak di bidang jasa konsultasi manajemen dan aktivitas perusahaan holding, serta saat ini belum memiliki kepemilikan saham langsung maupun tidak langsung di SPRE.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tragis! Influencer Kuliner Tewas Usai Santap ‘Kepiting Setan’ demi Konten
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Noel Ebenezer Minta Pimpinan KPK Hadiri Sidangnya
• 30 menit laluviva.co.id
thumb
Eks Dirut Dana Syariah Indonesia Mery Yuniarni Diperiksa Bareskrim
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
5 Gaya Makeup 2016 yang Bisa Kamu Coba Kembali di Tahun 2026
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Golkar Nyatakan Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.