Noel Ebenezer Minta Pimpinan KPK Hadiri Sidangnya

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau Noel Ebenezer berharap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menghadiri persidangan kasusnya.

Hal itu disampaikan Noel saat ditanya soal kewajiban kehadiran Menaker periode 2019–2024, Ida Fauziyah dalam persidangan untuk menjelaskan terkait partai politik yang terlibat dalam kasus tersebut.

Baca Juga :
KPK Usut Jabatan Mulyono Jadi Komisaris di 12 Perusahaan
KPK Bakal Telusuri Temuan USD 50 Ribu Saat Geledah Rumdin-Kantor Ketua PN Depok

"Harapan saya, jangan partai yang hadir, pimpinan KPK harus hadir," kata Noel kepada wartawan, dikutip dari ANTARA, Jumat, 13 Februari 2026.

Meski berharap pimpinan KPK hadir di persidangan, dia menyatakan pemanggilan saksi sidang merupakan kewenangan pengadilan.

Adapun nama Ida Fauziyah sempat terseret dalam sidang pemeriksaan saksi kasus Noel.

Saat menjadi saksi dalam sidang, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Dayoena Ivon Muriono menyebutkan terdapat aliran uang sebesar Rp50 juta kepada Ida Fauziyah terkait kasus pemerasan sertifikasi K3.

Dalam kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kemenaker dan gratifikasi pada periode 2024–2025, Noel didakwa melakukan pemerasan terhadap para pemohon sertifikasi atau lisensi K3 senilai Rp6,52 miliar dan menerima gratifikasi.

Pemerasan diduga dilakukan bersama 10 orang terdakwa lainnya, yakni ⁠Temurila, Miki Mahfud, Fahrurozi, Hery Sutanto, Subhan, Gerry Aditya Herwanto Putra, Irvian Bobby Mahendro Putro, Sekarsari Kartika Putri, Anitasari Kusumawati, dan Supriadi.

Disebutkan bahwa para pemohon sertifikasi K3 yang diperas para terdakwa, antara lain Fanny Fania Octapiani, Fransisca Xaveriana, Grhadini Lukitasari Tasya, Intan Fitria Permatasari, Muhammad Deny, Nicken Ayu Wulandari, Nur Aisyah Astuti, Octavia Voni Andari, Shalsabila Salu, dan Sri Enggarwati

Secara perinci, pemerasan diduga dilakukan untuk menguntungkan para terdakwa yang disidangkan bersamaan tersebut, yang terdiri atas Noel diuntungkan sebesar Rp70 juta; Fahrurozi Rp270,95 juta; Hery, Gerry, dan Sekarsari masing-masing Rp652,24 juta; Subhan dan Anitasari masing-masing Rp326,12 juta; Irvian Rp978,35 juta; serta Supriadi Rp294,06 juta.

Selain itu, menguntungkan pula Haiyani Rumondang sebesar Rp381,28 juta; Sunardi Manampiar Sinaga Rp288,17 juta; Chairul Fadhly Harahap Rp37,94 juta; Ida Rochmawati Rp652,24 juta; serta Fitriana Bani Gunaharti dan Nila Pratiwi Ichsan masing-masing Rp326,12 juta.

Baca Juga :
KPK Dalami Pengakuan Staf Ida Fauziah Terima Uang hingga Tiket Blackpink
Indeks Korupsi RI Merosot, DPR Minta Pemerintah Makin Serius Berantas Korupsi
Indeks Persepsi Korupsi RI Turun di Bawah Timor Leste, Begini Respons KPK

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Luncurkan Kolaborasi Indonesia Berdaya, Menko PM tekankan kolaborasi
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Ditutup di Zona Merah di Sesi I, Turun 0,57% ke 8.218
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov NTB Bidik Aset jadi Sumber Penerimaan untuk Kerek PAD
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Hari Radio Sedunia 13 Februari 2026: Latar Belakang hingga Tema
• 14 jam laludetik.com
thumb
KPK Dalami Maksud Pemberian Gratifikasi ke Wakil Ketua Nonaktif PN Depok
• 2 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.