Dorong Ekonomi Syariah, Jateng Fokus Kembangkan Wisata Ramah Muslim

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) membidik pengembangan pariwisata ramah Muslim pada 2027, sejalan dengan penguatan sektor ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pertumbuhan daerah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jateng Hanung Triyono mengatakan, pengembangan tersebut sesuai dengan visi-misi gubernur untuk mendorong pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah.

Baca Juga
  • Indonesia–Afrika Selatan Buka Peluang Kerja Sama Wisata Halal
  • Indonesia Punya Modal Ini untuk Kuasai Pasar Wisata Halal Global

“Harapannya pada 2027 pariwisata kita sudah masuk kategori ramah Muslim dan berjalan optimal,” ujar Hanung usai Rapat Koordinasi Pariwisata Ramah Muslim di Kantor Pemprov Jateng, Kamis (12/2).

Menurut Hanung, saat ini Pemprov mulai menyiapkan berbagai persyaratan agar Jawa Tengah dapat menyandang predikat destinasi ramah Muslim.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Direktur Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jateng Nyata Nugraha menjelaskan, konsep yang dikembangkan adalah pariwisata ramah Muslim, bukan pariwisata halal.

Ia menegaskan, dalam pariwisata halal seluruh produk dan layanan harus halal. Sementara pada konsep ramah Muslim, pelaku usaha masih diperbolehkan menjual produk non-halal sepanjang tidak tercampur dengan produk halal dan tetap menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim.

“Tujuannya adalah menyambut wisatawan Muslim dengan menyediakan makanan halal bersertifikat, fasilitas ibadah yang layak, serta layanan yang sesuai,” kata Nyata.

Sejumlah persiapan yang dilakukan antara lain penguatan halal value chain, termasuk sertifikasi halal pada produk makanan dan minuman, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti musala yang bersih dan penunjuk arah kiblat di penginapan.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin sebelumnya menyatakan pengembangan pariwisata ramah Muslim juga mempertimbangkan potensi wisatawan mancanegara, termasuk dari Timur Tengah, yang memiliki preferensi terhadap destinasi ramah Muslim.

Beberapa daerah seperti Wonosobo, Temanggung, dan Karanganyar disebut telah lebih dulu mengembangkan konsep tersebut. Pemprov menargetkan penguatan promosi dan standardisasi agar daya tarik wisata Jawa Tengah semakin meningkat pada 2027.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
235 Ribu Rumah di Kalimantan Selatan Butuh Perbaikan
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jaksa KPK Pelototi Besarnya Prosentase Dana Hibah di Jawa Timur, Capai 10 Persen dari APBD
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Kapolri Targetkan 1.500 SPPG Tahun Ini, Program MBG Siap Merata ke Seluruh Daerah
• 2 jam laludisway.id
thumb
Tutup Tahun 2025, Permata Bank (BNLI) Cetak Laba Rp3,6 Triliun
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wapres cek pemberian subsidi bahan pokok di Pasar Badung Denpasar Bali
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.