JAKARTA, KOMPAS.com - Korban kebakaran rumah di Jalan Bangka III, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan berharap Pemerintah Kota Jaksel membangun kembali rumah mereka.
Hal tersebut disampaikan warga, Afri Utami (43), kepada Wali Kota Jaksel M Anwar yang meninjau lokasi bekas kebakaran, Jumat (13/2/2026).
“Intinya tolong dibantuin pembangunan rumahnya kembali ya pak,” kata Afri saat bertemu Anwar.
Afri bercerita bahwa rumahnya hangus terbakar pada Selasa (10/2/2026). Dibantu sang anak, Afri hanya bisa menyelamatkan beberapa barang .
Meski rumahnya tak berbentuk lagi, Afri masih bersyukur bisa menyelamatkan perangkat kerjanya yaitu dua buah laptop.
“Anakku aku suruh pindahin motor, aku beresin tas-tas isi dokumen, sama dua unit laptop Alhamdulillah terselamatkan. Itu padahal emang alat kerjaan aku pula,” tutur Afri.
Baca juga: 22,5 Km Aliran Sungai Cisadane Tercemar Pestisida akibat Kebakaran Gudang Kimia
Pasca-kebakaran, Afri bersama keluarganya mengungsi ke Masjid At-Taqwa yang tak jauh dari lokasi kejadian.
Afri baru berani melihat kondisi rumahnya dua hari setelah kebakaran Kamis (12/2/2026). Itu pun Afri meminta pendampingan warga lainnya saat menyambangi lokasi.
Saat itu, Afri tak kuasa menahan tangis melihat rumahnya yang luluh lantak hangus dengan atap yang sudah rubuh.
“Masuk dari gang ini, itu aku sudah gemeteran. Maju lagi, dadanya udah ser-seran. Maju lagi pas mau belok ke rumah aku, itu air mata udah kagak bisa terbendung. Habis semua itu,” ungkap Afri dengan mata berkaca-kaca.
Afri berharap, Pemkot Jaksel bisa segera merealisasikan pembangunan rumah warga yang terdampak kebakaran agar mereka bisa beraktivitas seperti sedia kala.
"Doain ya semoga kami kuat jalanin semua ini dan pemerintahnya juga gercep juga. Jangan sampai 10 bulan (pengerjaannya),” kata Afri.
Sementara itu, M Anwar mengatakan, Pemkot Jaksel akan membangun ulang 16 rumah yang ludes dilalap si jago merah. Menurut Anwar, pembangunan kembali lebih efektif dibandingkan renovasi mengingat kondisi rumah para korban kebakaran yang sudah hancur.
“Kami sedang upayakan ke bedah rumah ya. Ketimbang kami perbaiki yang masih bisa dimanfaatkan, lebih baik ini (dibangun ulang). Karena hancur total, enggak bisa dimanfaatkan,“ kata Anwar ditemui terpisah di lokasi.
Setelah melihat langsung kondisi rumah-rumah yang terdampak, kata Anwar, pihaknya akan mendata kebutuhan pembangunan melalui Camat Mampang Prapatan.




