Presiden Prabowo Subianto mencanangkan pembangunan kampung nelayan. Pengelolaan Kampung Nelayan akan diberikan kepada BUMN PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero).
Hal itu diputuskan saat rapat terbatas (ratas) pada Kamis (12/2). Dalam ratas itu, Prabowo mendorong agar pembangunan kampung nelayan menjadi momentum penting memperkuat ekonomi pesisir serta kesejahteraan masyarakat maritim Indonesia.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan Prabowo telah menugaskan PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) sebagai pengelola ekosistem Kampung Nelayan.
“Ini, kan, masuk dalam ekosistem yang akan nanti dikelola melalui Jaladri. Jadi ini, kan, memang bagaimana kita mengoptimalkan potensi dari pada laut kita, sehingga Jaladri nanti akan fokus kepada pengembangan produktivitas di industri perikanan kita,” ujar Dony dalam keterangannya, Jumat (13/2).
Menurut Dony, pembangunan Kampung Nelayan tidak hanya memperhatikan dari sisi aspek fisik, namun juga harus disiapkan secara bisnis, termasuk penyerapan hasil produksi.
Dony menambahkan, penguatan industri galangan kapal juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut dan menyampaikan apresiasi terhadap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah mendorong tumbuhnya industri ini.
“Dan berterima kasih tentunya karena industri ini tumbuh dari KKP, sehingga industri dari galangan-galangan kapal kita itu akan menjadi optimal, kan. Ini sejalan dengan cara kita untuk melakukan konsolidasi dari pada galangan kapal kita. Ini bagus sekali, kan,” ungkapnya.
Konsolidasi galangan kapal akan dilakukan di bawah PT PAL. Dony memastikan proses konsolidasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat dan menilai langkah ini akan membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi lulusan teknik perkapalan dan sektor terkait.
“Kemudian juga Jaladri nanti tidak hanya akan mengembangkan di sisi hulunya, tetapi juga hilirnya. Jadi nanti industri turunan dari pada perikanan kita itu juga akan kita kembangkan secara masif. Nah, ini pertumbuhan pembukaan lapangan pekerjaannya itu akan sangat masif ke depannya,” ucapnya.
Dony juga menekankan kebijakan ini merupakan bagian dari perubahan orientasi ekonomi nasional yang lebih mendasar. Ia pun menggarisbawahi pentingnya membangun ekonomi berbasis kekuatan domestik.
“Sehingga nanti harapannya semakin banyak tenaga kerja yang bisa kita kembangkan dan basis ekonomi kita juga kembali kepada kekuatan kita sendiri. Kita punya laut, kita punya pangan, ya, kan. Nah, inilah supaya ini juga disampaikan kepada masyarakat,” katanya.





