Pemkot Kendari Aktifkan Kembali Program Satu ASN Satu Anak Asuh

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Laode Liku

TVRINews, Kendari

Pemerintah Kota Kendari kembali mengaktifkan program Satu ASN Satu Anak Asuh sebagai langkah percepatan penanganan stunting. Program ini menugaskan aparatur sipil negara (ASN) untuk mendampingi keluarga yang memiliki balita berisiko stunting secara langsung dan berkelanjutan.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menjelaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan pada tenaga kesehatan. Menurutnya, persoalan gizi kronis pada anak juga dipengaruhi faktor perilaku keluarga, pola pengasuhan, hingga kondisi sanitasi lingkungan.

“Melalui program Satu ASN Satu Anak Asuh, pendampingan harus dilakukan secara konsisten. Ini bukan bantuan sesaat, tetapi tanggung jawab bersama untuk masa depan anak-anak Kendari,” ujar Siska.

Berdasarkan data Pemkot Kendari, terdapat 462 balita yang masuk kategori stunting pada 2026 dan kini menjadi sasaran perhatian khusus. Wali Kota, Wakil Wali Kota, seluruh kepala OPD, hingga sebagian besar ASN dilibatkan sebagai orang tua asuh untuk memantau kondisi anak secara rutin.

Pendampingan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah keluarga, pemantauan status gizi balita, serta koordinasi dengan tenaga kesehatan dan kader posyandu. Selain itu, ASN turut memberikan edukasi mengenai pola makan sehat, kebersihan lingkungan, dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Edukasi keluarga difokuskan pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang menjadi periode paling krusial dalam pencegahan dan penurunan angka stunting di Kota Kendari.

Dengan pengaktifan kembali program ini, Pemkot Kendari menargetkan penurunan signifikan angka stunting melalui pendekatan pendampingan langsung yang lebih intensif dan berkesinambungan.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Modus Kotak Catur, Bareskrim Sita 3,3 Kg Ekstasi Kiriman Hungaria ke Tangsel
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Neo-Nazi dan White Supremacy Sasar Anak-anak Jadi Atensi Kapolri
• 9 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Italia Usulkan RUU Pengetatan Imigran
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Luhut: Keputusan Prabowo soal Tambang Martabe Bebas Intervensi Luar
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tragedi Miras Oplosan di Jepara: 6 Orang Tewas, Polisi Tetapkan 3 Tersangka
• 10 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.