Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menyebut wacana keberangkatan jemaah umrah via asrama haji datang dari niat untuk memaksimalkan operasional asrama haji yang selama ini hanya digunakan setahun sekali.
“Niatnya memaksimalkan asrama-asrama haji yang sekarang dipakai satu tahun sekali,” ucap Singgih saat dihubungi, Jumat (13/2).
Singgih menilai, wacana ini bisa lebih dimaksimalkan lagi dengan membangun kerja sama antara asrama haji dengan operator hotel.
"Sehingga (hasilnya) bisa maksimal," kata Singgih.
Namun, Singgih juga melihat ada tantangan lain untuk mewujudkan wacana ini. Terutama, saat membahas skema keberangkatan.
“Saya rasa itu baru wacana. Karena tidak semua lewat Garuda,” tutur Singgih.
“Tidak mudah itu dilaksanakan, perlu dikaji lebih mendalam,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pihaknya tengah merancang skema keberangkatan jemaah umrah melalui asrama haji sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji nasional.
“Nah, Presiden meminta kita sebagaimana supaya bisa mendukung ekosistem ekonomi haji ini untuk memperkuat national flight kita. Bagaimana caranya? Akhirnya kami sekarang sedang merancang supaya jemaah umrah itu, itu nanti berangkat dari asrama haji,” ujar Dahnil dalam rapat dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/2).
Ia menjelaskan, dalam skema tersebut, seluruh proses keberangkatan jemaah umrah akan dilakukan di asrama haji, mulai dari check-in hingga boarding pesawat.
Maskapai Garuda Indonesia akan menyediakan seluruh sarana keberangkatan sehingga jemaah tidak perlu lagi menjalani proses panjang di bandara.
“Dan Garuda akan menyediakan semua sarana keberangkatan misalnya jemaah umrah nanti check-in-nya semuanya prosesnya sudah selesai di asrama haji. Jadi tidak ada penumpukan di bandara, mereka ke sana langsung berangkat. Langsung boarding,” katanya.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5502106/original/075329900_1770968543-Sertifikat.jpeg)