Masyita Tinggalkan Kemenkeu, Kini Bergabung di Danantara

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Keuangan menyatakan, Masyita Crystallin resmi mengakhiri jabatannya sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK). Ia kini menempati posisi baru sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning di Danantara Investment Management.

Mengutip keterangan resmi Kementerian Keuangan, jabatan baru tersebut efektif berlaku mulai 11 Januari 2026. “Ini merupakan bagian dari penguatan sinergi kebijakan dan investasi dalam rangka mempercepat agenda strategis pendalaman sektor keuangan nasional,” demikian pernyataan Kemenkeu, Jumat (13/2).

Masyita diharapkan dapat memperkuat integrasi arah kebijakan ekonomi, prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), serta strategi investasi jangka panjang Danantara. Hal ini mengingat latar belakangnya di bidang makro-keuangan, stabilitas sistem keuangan, dan pengembangan kebijakan sektor keuangan berkelanjutan, 

Selama menjabat sebagai Dirjen SPSK, ia terlibat dalam sejumlah agenda reformasi sektor keuangan, mulai dari penguatan kerangka stabilitas sistem keuangan, pendalaman pasar keuangan domestik, hingga harmonisasi kebijakan dalam implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Kementerian Keuangan menyatakan, perpindahan ini mencerminkan komitmen pemerintah menjaga kesinambungan kepemimpinan dan tata kelola dalam stabilitas serta pendalaman sektor keuangan. “Seluruh proses transisi dilakukan secara tertib dan sesuai dengan prinsip good governance,” kata Kemenkeu.

Profil Masyita

Mengutip laman resminya, Masyita sebelumnya pernah menjabat sebagai Head of Sustainable Finance and Climate Policy di SYSTEMIQ, perusahaan yang berfokus pada transformasi lima sistem utama: energi, alam dan pangan, material, perkotaan, serta pendanaan.

Ia juga pernah menjadi Sherpa dalam Coalition of Finance Ministers for Climate Action yang saat itu dipimpin oleh Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Keuangan Belanda sebagai co-chair. Masyita tercatat pernah menjabat sebagai komisaris di Indonesia Financial Group (IFG).

Di luar itu, ia aktif sebagai anggota dewan pengurus World Resources Institute Indonesia serta Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Masyita meraih gelar master dari Australian National University dan gelar doktor bidang ekonomi dari Claremont Graduate University pada 2015.

Sebelum bergabung dengan SYSTEMIQ, ia pernah menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan untuk kebijakan fiskal dan makroekonomi, serta Tenaga Ahli Kebijakan Makroekonomi pada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Kariernya dimulai sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kemudian bergabung dengan World Bank sebagai ekonom makro di tim manajemen makro-fiskal, dan pernah menjabat Kepala Ekonom di Bank DBS Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ratusan Inovasi Murid SMK Jatim Dipamerkan, Dindik Perkuat Link and Match dengan Industri
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Fakta Baru Kasus Penganiayaan Anggota Banser: Bahar bin Smith Minta Maaf ke Korban hingga Dorong RJ
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Pertandingan Pekan Ke-21 BRI Super League Musim Ini, Jumat 13 Februari 2026
• 9 jam lalubola.com
thumb
Hasil Super League: Persis Solo vs Madura United Imbang, Persik Ditahan PSIM
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Prediksi Malut United Vs Persijap di BRI Super League: Misi Mendekati Persija dan Kembali ke Jalur Juara
• 12 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.