Muspusdirla yang merupakan museum dirgantara yang dikelola langsung oleh TNI Angkatan Udara ini memiliki ribuan koleksi kedirgantaraan Indonesia.
IDXChannel—Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) terus melakukan berbagai upaya untuk menegaskan perannya sebagai pilar edukasi sejarah kedirgantaraan di Indonesia.
Keberadaan museum ini dinilai sebagai sarana dan pintu utama memahami industri dan dunia penerbangan dalam sejarah perjuangan Indonesia.
Muspusdirla yang merupakan museum dirgantara yang dikelola langsung oleh TNI Angkatan Udara ini memiliki ribuan koleksi yang menceritakan sejarah panjang kedirgantaraan di Indonesia.
Seperti foto-foto sejarah perjalanan TNI Angkatan Udara, sejarah penerbangan, serta yang paling ikonik adalah ribuan pesawat asli yang menjadi saksi bisu dari perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah.
Berbagai koleksi tersebut menjadikan museum ini sebagai tempat edukasi bagi generasi muda masa kini.
“Museum ini sangat penting sekali buat edukasi terutama untuk generasi muda. Karena generasi muda harus tahu bahwa jendela masa depan kita ada di sini, sejarah semuanya di sini,” kata Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Kolonel Kal Christian Tri Aryono saat diwawancarai, Rabu (11/2/2026).
Nilai sejarah dan fungsional yang cukup penting membuat eksistensi dan keberadaan museum ini harus terus dipertahankan di tengah laju modernisasi dan perubahan zaman. Di mana bayak generasi muda yang tidak tertarik untuk melihat sejarah.
Maka dari itu, museum satu ini bakal melakukan beberapa langkah strategis guna mempertahankan serta memperluas eksistensinya khususnya bagi kalangan anak muda. Salah satunya dengan menambah koleksi baru berupa pesawat Fokker 28 yang dulunya berfungsi sebagai angkutan VIP.
Nantinya, pesawat tersebut akan ditempatkan di bagian depan museum agar pengunjung dapat merasakan langsung pengalaman masuk ke dalam kabin pesawat kepresidenan atau VIP.
“Paling depan itu adalah Fokker 28. Sesuai perintah Kasau, pesawat itu akan kita tempatkan di depan untuk edukasi bahwa pesawat VIP yang kita punya itu seperti apa. Jadi, nanti para pengunjung bisa masuk dan melihat langsung,” ucap dia.
Selain menambahkan koleksi pesawat, museum ini juga tengah menyiapkan pembangunan shelter atau peneduh bagi koleksi pesawat-pesawat bersejarah yang berada di halaman museum.
Langkah tersebut dilakukan agar koleksi yang berada di halaman museum tetap terjaga dari kerusakan akibat paparan panas dan hujan.
“Inovasi kita ke depan bahwa pesawat-pesawat yang ada di halaman ini rencana kita kasih shelter. Kita lihat bahwa pesawat yang ada di luar ini kan banyak yang rusak karena cuaca dan harus kita benahi,” jelas Kolonel Kal Christian Tri Aryono.
Lebih lanjut, Muspusdirla juga bakal beradaptasi dengan teknologi berupa autentisitas koleksi terutama lukisan dan foto bersejarah serta digitalisasi arsip.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan setiap peninggalan memiliki rekam jejak digital yang valid dan tidak tercampur dengan karya reproduksi baru.
“Untuk itu kita nanti akan pakai digitalisasi dan itu akan dimasukkan ke file kita. Jadi, memang lukisan-lukisan yang ada di sini itu sudah peninggalan saat museum ini berdiri, tidak ada tambahan kecuali lukisan mantan Kasau sebagai hadiah,” papar dia.
Pada sisi lain, Muspusdirla juga berencana membangun kembali suasana kejayaan dirgantara Indonesia sebagai kekuatan udara terbesar di Asia Tenggara pada kurun waktu tahun 60-an. Nuansa tersebut bakal dibuat dengan pengadaan alutsista modern dan pesawat canggih.
“Pemerintah sekarang kan sudah memenuhi kriteria itu, pesawat-pesawat canggih sudah kita pesan. Mungkin Bapak dan Ibu tahu pesawat mana yang akan datang ke Indonesia, dan itu salah satu cara untuk menuju masa jaya seperti dulu lagi,” pungkas dia.
(Nadya Kurnia)





