Presiden Prabowo Subianto kembali mengingatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat ditunggu masyarakat. Dia tahu betul masih ada pihak yang tidak senang dengan program ini.
"Waktu saya melancarkan program ini saya diejek, saya dijelek-jelekin, saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik," kata Prabowo saat peresmian SPPG dan gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2).
"Profesor-profesor terkenal, mengejek, dan menghina saya. Dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal. MBG menghambur-hamburkan uang," tambah dia.
Namun, Prabowo tidak mundur. Dia yakin program MBG sangat dibutuhkan oleh rakyat.
Dia menilai, masih banyak warga yang mengalami stunting atau kekurangan gizi. Ini dapat mempengaruhi perkembangan anak, tak cuma fisik tapi juga kecerdasan.
Karena itu, Prabowo membantah MBG hanya untuk menghambur-hamburkan uang. Dia menegaskan, dana MBG berasal dari kekayaan negara yang bisa diselamatkan dari berbagai efisiensi yang dilakukan selama ini.
"Kita hadapi kampanye luar biasa menjelek-jelekkan, mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang, padahal saudara-saudara, uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin kalau tidak kita hemat uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabis-habiskan untuk memperkaya pribadi-pribadi," ujar Prabowo.
"Budaya menghabiskan anggaran budaya menggelembungkan anggaran, budaya melaksanakan kegiatan yang tidak produktif, tak ada manfaat bagi bangsa negara itu terus dilaksanakan," ucap dia.





