Jakarta (ANTARA) - Dalam rangka memperingati Hari Internet Aman Sedunia, perusahaan teknologi Meta membagikan langkah-langkah yang bisa dijalankan oleh orang tua untuk melindungi remaja di ruang digital.
Penyedia platform media sosial Facebook dan Instagram itu menyampaikan bahwa upaya untuk melindungi remaja di dunia maya tidak harus dilakukan dengan memeriksa seluruh isi percakapan mereka atau membatasi penggunaan secara berlebihan.
Dalam siaran persnya pada Jumat, Meta menyampaikan pentingnya komunikasi terbuka dan pemanfaatan fitur keamanan bawaan platform dalam upaya menjaga keamanan remaja di ruang digital.
"Aktivitas remaja Anda di media sosial kini sudah dilengkapi perlindungan bawaan, mulai dari siapa yang bisa menghubungi mereka, konten apa yang mereka lihat, hingga bagaimana mereka menghabiskan waktu dengan gawai dan internet," kata Meta.
Berikut tip dari Meta untuk menjaga keamanan remaja saat mengakses platform digital.
1.Tetap kepo dengan dunia mereka
Bagi banyak remaja, media sosial merupakan tempat untuk belajar hal baru dan bergabung dengan komunitas yang mereka sukai. Orang tua bisa mengajak mereka berdiskusi tentang apa yang mereka sukai di dunia maya. Diskusi semacam itu bisa membuat mereka lebih terbuka menceritakan apa yang mereka lakukan saat mengakses internet.
2. Bangun komunikasi dua arah yang hangat
Membangun kepercayaan sama pentingnya dengan mengaktifkan fitur-fitur keamanan di media sosial. Berbicara dari hati ke hati bisa membantu orang tua membangun kepercayaan dengan anak remaja mereka.
Orang tua bisa bertanya tentang apa yang paling mereka sukai saat menjelajah internet serta membahas apa yang sebaiknya mereka lakukan jika menerima pesan dari orang asing dan kapan waktu yang tepat untuk jeda bermain pakai gawai.
Membicarakan topik-topik ini secara santai dan jujur bisa membantu orang tua mendekatkan diri dengan anak remaja mereka.
3. Pakai fitur perlindungan bawaan yang sudah otomatis aktif
Saat remaja memakai Instagram, Facebook, atau Messenger, akun mereka otomatis akan masuk kategori Akun Remaja yang dilengkapi perlindungan dan fitur keamanan penting.
Orang asing tidak bisa mengirimkan pesan ke pengguna Akun Remaja dan hanya teman mereka yang bisa memberi tag.
Konten yang tidak sesuai usia mereka juga akan tersaring otomatis. Gambar yang mencurigakan di DM pun bisa otomatis disamarkan.
Fitur-fitur ini berlaku untuk semua remaja di bawah 18 tahun. Remaja berusia di bawah usia 16 tahun perlu izin orang tua untuk mengubah pengaturan ini.
Baca juga: Instagram buat semua akun remaja berstatus "PG-13"
4. Atur waktu paparan layar
Untuk mengatur waktu paparan layar bagi remaja, orang tua bisa memanfaatkan fitur bawaan yang ada di platform Meta.
Fitur tersebut memungkinkan remaja mendapat pengingat untuk beristirahat setelah menggunakan media sosial selama 60 menit.
Selain itu, Mode Tidur akan otomatis aktif dari pukul 22.00 sampai 07.00. Fitur ini akan mematikan suara notifikasi serta mengirim balasan otomatis.
Kalau ingin pengaturan yang lebih ketat, fitur pengawasan orang tua bisa digunakan.
Fitur ini memungkinkan orang tua untuk mengatur batas waktu akses harian atau memblokir akses di waktu-waktu tertentu, seperti ketika remaja sedang mengerjakan PR, makan bersama, atau saat tidur pada malam hari.
5. Jaga komunikasi tetap terbuka
Orang tua perlu mengikuti perkembangan agar bisa berdiskusi dengan remaja soal pemakaian internet.
Hal-hal yang dibahas saat mereka berusia 13 tahun belum tentu cukup untuk menjawab kebutuhan mereka pada usia 16 tahun.
Sebagai panduan, orang tua dapat memanfaatkan fitur Family Center Education Hub untuk mengakses berbagai materi dan referensi dari berbagai ahli.
"Pengaruh yang paling kuat tetaplah diri Anda sendiri sebagai orang tua. Terus ajak remaja Anda ngobrol, tetap kepo dengan dunia mereka, dan jadilah orang pertama yang mereka datangi saat ada sesuatu yang membuat mereka merasa tidak nyaman di internet," kata Meta.
Baca juga: Meta siapkan fitur pengawasan interaksi remaja dengan AI
Baca juga: Meta rilis fitur Akun Remaja di Facebook dan Messenger secara global
Penyedia platform media sosial Facebook dan Instagram itu menyampaikan bahwa upaya untuk melindungi remaja di dunia maya tidak harus dilakukan dengan memeriksa seluruh isi percakapan mereka atau membatasi penggunaan secara berlebihan.
Dalam siaran persnya pada Jumat, Meta menyampaikan pentingnya komunikasi terbuka dan pemanfaatan fitur keamanan bawaan platform dalam upaya menjaga keamanan remaja di ruang digital.
"Aktivitas remaja Anda di media sosial kini sudah dilengkapi perlindungan bawaan, mulai dari siapa yang bisa menghubungi mereka, konten apa yang mereka lihat, hingga bagaimana mereka menghabiskan waktu dengan gawai dan internet," kata Meta.
Berikut tip dari Meta untuk menjaga keamanan remaja saat mengakses platform digital.
1.Tetap kepo dengan dunia mereka
Bagi banyak remaja, media sosial merupakan tempat untuk belajar hal baru dan bergabung dengan komunitas yang mereka sukai. Orang tua bisa mengajak mereka berdiskusi tentang apa yang mereka sukai di dunia maya. Diskusi semacam itu bisa membuat mereka lebih terbuka menceritakan apa yang mereka lakukan saat mengakses internet.
2. Bangun komunikasi dua arah yang hangat
Membangun kepercayaan sama pentingnya dengan mengaktifkan fitur-fitur keamanan di media sosial. Berbicara dari hati ke hati bisa membantu orang tua membangun kepercayaan dengan anak remaja mereka.
Orang tua bisa bertanya tentang apa yang paling mereka sukai saat menjelajah internet serta membahas apa yang sebaiknya mereka lakukan jika menerima pesan dari orang asing dan kapan waktu yang tepat untuk jeda bermain pakai gawai.
Membicarakan topik-topik ini secara santai dan jujur bisa membantu orang tua mendekatkan diri dengan anak remaja mereka.
3. Pakai fitur perlindungan bawaan yang sudah otomatis aktif
Saat remaja memakai Instagram, Facebook, atau Messenger, akun mereka otomatis akan masuk kategori Akun Remaja yang dilengkapi perlindungan dan fitur keamanan penting.
Orang asing tidak bisa mengirimkan pesan ke pengguna Akun Remaja dan hanya teman mereka yang bisa memberi tag.
Konten yang tidak sesuai usia mereka juga akan tersaring otomatis. Gambar yang mencurigakan di DM pun bisa otomatis disamarkan.
Fitur-fitur ini berlaku untuk semua remaja di bawah 18 tahun. Remaja berusia di bawah usia 16 tahun perlu izin orang tua untuk mengubah pengaturan ini.
Baca juga: Instagram buat semua akun remaja berstatus "PG-13"
4. Atur waktu paparan layar
Untuk mengatur waktu paparan layar bagi remaja, orang tua bisa memanfaatkan fitur bawaan yang ada di platform Meta.
Fitur tersebut memungkinkan remaja mendapat pengingat untuk beristirahat setelah menggunakan media sosial selama 60 menit.
Selain itu, Mode Tidur akan otomatis aktif dari pukul 22.00 sampai 07.00. Fitur ini akan mematikan suara notifikasi serta mengirim balasan otomatis.
Kalau ingin pengaturan yang lebih ketat, fitur pengawasan orang tua bisa digunakan.
Fitur ini memungkinkan orang tua untuk mengatur batas waktu akses harian atau memblokir akses di waktu-waktu tertentu, seperti ketika remaja sedang mengerjakan PR, makan bersama, atau saat tidur pada malam hari.
5. Jaga komunikasi tetap terbuka
Orang tua perlu mengikuti perkembangan agar bisa berdiskusi dengan remaja soal pemakaian internet.
Hal-hal yang dibahas saat mereka berusia 13 tahun belum tentu cukup untuk menjawab kebutuhan mereka pada usia 16 tahun.
Sebagai panduan, orang tua dapat memanfaatkan fitur Family Center Education Hub untuk mengakses berbagai materi dan referensi dari berbagai ahli.
"Pengaruh yang paling kuat tetaplah diri Anda sendiri sebagai orang tua. Terus ajak remaja Anda ngobrol, tetap kepo dengan dunia mereka, dan jadilah orang pertama yang mereka datangi saat ada sesuatu yang membuat mereka merasa tidak nyaman di internet," kata Meta.
Baca juga: Meta siapkan fitur pengawasan interaksi remaja dengan AI
Baca juga: Meta rilis fitur Akun Remaja di Facebook dan Messenger secara global





