Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono menilai SOP pengamanan di bandara khususnya di daerah konflik harus diperkuat.
Ia berkaca dari kasus penembakan pesawat Smart Aviation di Bandara Koroway, Papua Selatan, pada Rabu (11/2) lalu. Selain penguatan SOP keamanan, menurutnya personel TNI juga harus dikerahkan.
“Penambahan personel itu satu, tapi kedua harus ada strategi yang jelas,” ucap Dave di DPR, Jumat (13/2).
“Karena kan strategi pengamanan bukan hanya orang saja, tapi ada SOP-nya itu yang mesti ditingkatkan dan di-adjust dengan kondisi setempat sehingga ada suatu metode pengamanan yang kita bisa mencontoh beberapa negara-negara,” tambahnya.
Menurut Dave, pengamanan bandara bisa mencontoh apa yang diterapkan Afghanistan dan Irak, pada masa puncak konflik.
“Misalnya kayak di Kabul atau di Afghanistan atau di Irak gitu ya, yang dalam kondisi konflik sehingga bisa kita sampelkan untuk bagaimana sistem pengamanan bandaranya,” ucap Dave.
“Apakah perlu dibangun apa namanya pagar beton sekelilingnya, itu satu contoh gitu ya. Nah, hal-hal ini harus kita sesuaikan dengan kondisi alam dan geografisnya,” tandasnya.
Akibat kejadian itu, pilot dan kopilot pesawat tewas usai kabur ke hutan dan ditangkap lalu dieksekusi. Sementara, 13 penumpang termasuk satu bayi selamat.





