Grid.ID - Aktor Aiman Ricky ceritakan pengalamannya saat mengikuti sertifikasi pembimbing ibadah haji. Ya, Aiman sendiri baru menjalani sertifikasi pembimbing haji pada bulan Desember lalu.
Sertifikasi ini menjadi salah satu impian Aiman Ricky dan menjadi pencapaian terbesar dalam hidupnya.
"Ya alhamdulillahnya kemarin aku mengikuti sertifikasi pembimbing ibadah haji di bulan Desember, dan itu merupakan salah satu pencapaian hidup aku juga," ujar Aiman Ricky di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis (12/2/2026).
Dalam perjalanannya mengikuti sertifikasi, Aiman mengaku mendapatkan banyak penekanan nilai yang disampaikan oleh pemerintah, khususnya terkait peran seorang petugas haji. Salah satu hal paling mendasar adalah soal mindset.
Menurut Aiman, menjadi petugas haji bukanlah tentang menunaikan ibadah pribadi, melainkan tentang melayani para jemaah yang merupakan tamu-tamu Allah.
"Nah, itu yang paling penting ditekankan sama pemerintah, bahwa menjadi petugas haji itu kita mindset-nya bukan untuk haji, tapi untuk melayani para tamu-tamu Allah," katanya.
Ia pun membongkar bahwa salah satu syarat untuk menjadi pembimbing ibadah haji adalah orang-orang yang sudah melakukan ibadah haji sebelumnya.
"Dan untuk sertifikasi pembimbing ibadah haji salah satu syaratnya itu adalah udah ibadah haji," tutur Aiman.
Berbekal pengalaman berhaji yang telah ia jalani, Aiman merasa kini memiliki sudut pandang yang berbeda. Jika sebelumnya ibadah haji dipahami sebagai perjalanan spiritual personal, kini ia memaknainya sebagai ladang pengabdian. Fokusnya bukan lagi semata pada ritual ibadah, melainkan pada bagaimana ia bisa membantu, membimbing, dan melayani para jemaah agar dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.
"Jadi alhamdulillahnya aku udah ibadah haji, jadi aku ngerasa sekarang mindset aku tuh bukan untuk ibadah, tapi gimana caranya aku melayani tamu-tamu Allah," ujarnya.
Menariknya, momen ini menjadi pengingat untuk Aiman agar lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia merasa bahwa sejak awal kariernya, banyak pekerjaan yang justru mengarahkannya pada dunia religi. Hal tersebut terjadi berulang kali, seolah menjadi benang merah yang tidak terputus dalam perjalanan profesional dan spiritualnya.
Ia menyebut keterlibatannya dalam berbagai proyek bernuansa keagamaan, mulai dari sinetron religi Dunia Tanpa Tuhan, kemudian program-program lain seperti Islam KTP, hingga berbagai acara yang ia pandu dengan tema keislaman dan spiritualitas.
"Betul, betul, betul. Dan alhamdulillahnya kemanapun aku ikut sertifikasi ya, aku tuh nggak tahu kenapa dalam hidup aku selalu mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang mengarahkan ke religi, seperti sinetron ‘Dunia Tanpa Tuhan’ yang religi, kemudian kemarin-kemarin juga ‘Islam KTP’ dan lain-lain yang aku nge-host pun tentang religi," katanya.
Bagi Aiman, rangkaian pengalaman tersebut bukan sekadar kebetulan. Ia memaknainya sebagai bentuk petunjuk dari Allah, seakan dirinya diarahkan untuk hadir di dunia dengan membawa manfaat, khususnya dalam ranah keagamaan. Kesadaran ini membuatnya semakin mantap menapaki jalan pengabdian di bidang religi.
"Jadi menurut aku apakah ini jadi satu petunjuk buat Allah bahwa aku hadir di dunia memberikan manfaat untuk orang-orang, apalagi di dalam dunia religi," tutur Aiman.
Lebih jauh, Aiman memandang sertifikasi pembimbing ibadah haji bukan hanya sebagai pengakuan kompetensi, tetapi juga sebagai ladang pahala. Ia berharap setiap langkah pelayanan yang ia lakukan, setiap bantuan kecil kepada jemaah, dan setiap niat tulus yang ia tanamkan dapat menjadi amal kebaikan yang bernilai di sisi Allah.
"Dan mudah-mudahan bisa menjadi sertifikasi pembimbing ibadah haji petugas haji ini tuh bisa menjadi pengurang dosa aku karena aku melayani para tamu-tamu Allah," ungkapnya. (*)
Artikel Asli



