tvOnenews.com - Sebelum musim bergulir panjang, tak sedikit yang meragukan kekuatan Megawati Hangestri Pertiwi dan Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026.
Perang komentar dari kubu lawan sempat memanaskan suasana, bahkan ada yang menyebut dominasi Megawati tak akan bertahan lama.
Namun kenyataannya, Megatron justru mampu membawa timnya bersaing di papan atas dan menembus empat besar daftar top skor musim ini.
Ironisnya, ketika posisi klasemen mulai menguntungkan dan tiket final four sudah di depan mata, Pertamina justru terpeleset.
Dalam laga lanjutan Proliga 2026 di GOR Utama Bojonegoro, Jumat (13/2/2026), mereka harus mengakui keunggulan Jakarta Livin Mandiri dengan skor 1-3 (12-25, 20-25, 25-15, 20-25).
Kekalahan ini memunculkan pertanyaan baru: apakah posisi mereka benar-benar aman menuju final four?
- instagram JPEVolley
Dari Diremehkan hingga Pembuktian di Lapangan
Atmosfer panas sudah terasa sejak pekan kelima saat Pertamina menghadapi Jakarta Elektrik PLN.
Pelatih PLN, Chamnan Dogmai, sempat melontarkan pernyataan penuh percaya diri. Ia menyebut kekalahan timnya pada pertemuan pertama hanya karena kondisi yang tidak ideal dan yakin dominasi Megawati tidak akan terulang.
Nada serupa juga datang dari pemain asing PLN asal Belanda, Celeste Plak. Ia mengakui Megawati sebagai pemain bagus, tetapi merasa sang opposite tidak sehebat yang digambarkan publik.
Alih-alih terpancing, Megawati merespons dengan tenang. Ia memilih fokus pada persiapan tim. Baginya, pembuktian terbaik bukan lewat kata-kata, melainkan performa di lapangan.
Sikap itu terbayar. Hingga akhir seri keempat di Gresik, Megawati sukses mengoleksi 124 poin dan masuk empat besar top skor. Ia menjadi satu-satunya pemain lokal yang mampu bersaing di tengah dominasi legiun asing.
Daftar pencetak poin sementara masih dipimpin Neriman Osoy (159 poin), disusul Du Ana Bjelica (141 poin) dan Anny Valentine Mitsam (129 poin).
Megawati berada tepat di bawah mereka dengan 124 poin, unggul tipis atas Alexandra Bitenko (123 poin).
Catatan ini bukan sekadar angka. Kehadiran Megawati di jajaran elit menjadi simbol bahwa pemain lokal mampu bersaing di level tertinggi.




