Grid.ID - Lonjakan pemudik pada Lebaran 2026 diprediksi kembali terjadi seiring tingginya pergerakan masyarakat secara nasional. Mengantisipasi hal tersebut, Jasa Marga menambah sejumlah fasilitas di rest area jalan tol.
Penambahan fasilitas difokuskan pada titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi. Rest area menjadi salah satu lokasi krusial karena kerap terjadi penumpukan kendaraan saat musim mudik.
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, mengatakan pihaknya memahami kebutuhan utama pemudik bukan hanya kelancaran lalu lintas, tetapi juga kenyamanan saat beristirahat.
“Kami memahami salah satu kebutuhan masyarakat saat mudik adalah informasi dan juga fasilitas yang memadai di rest area,” ujar Lisye saat ditemui di Kantor Google Indonesia, Kamis (12/2/2026).
Untuk itu, Jasa Marga menambah jumlah toilet di sejumlah rest area strategis. Langkah ini dilakukan guna mengurangi antrean panjang yang sering terjadi pada puncak arus mudik.
Selain toilet, fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga diperbanyak. Penambahan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna kendaraan listrik di Indonesia.
“Penambahan fasilitas seperti toilet, SPBU, dan juga SPKLU untuk kendaraan listrik ini kami siapkan untuk membantu masyarakat saat perjalanan mudik,” kata Lisye.
Tak hanya itu, ketersediaan bahan bakar di SPBU rest area juga dipastikan aman. Koordinasi dilakukan secara intensif untuk menghindari kekosongan stok di tengah lonjakan kendaraan.
Jasa Marga juga menyoroti pentingnya pengaturan arus keluar masuk rest area. Titik ini sering kali menjadi penyebab perlambatan di ruas tol utama jika tidak dikelola dengan baik.
Dalam mendukung pengawasan, lebih dari 3.500 CCTV digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time. Informasi tersebut dapat diakses masyarakat melalui aplikasi Travoy yang terintegrasi dengan Google Maps.
Melalui aplikasi tersebut, pemudik bisa melihat kondisi kepadatan rest area sebelum memutuskan untuk berhenti. Hal ini diharapkan mampu mencegah penumpukan di satu titik tertentu.
Selain fasilitas fisik, Jasa Marga juga menghadirkan fitur resi digital untuk transaksi di gerbang tol. Fitur ini memudahkan pengguna memantau riwayat pembayaran tanpa harus mencetak struk.
Dengan prediksi pergerakan masyarakat yang kembali menyentuh angka ratusan juta orang, kesiapan fasilitas menjadi prioritas utama. Rest area diharapkan tidak lagi menjadi titik kemacetan tambahan saat arus mudik.
Jasa Marga pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan waktu istirahat dengan bijak. Menghindari jam-jam favorit dan memanfaatkan informasi digital dapat membuat perjalanan mudik 2026 lebih nyaman dan lancar. (*)
Artikel Asli




