Solo Trip vs Liburan Bareng Teman, Mana Favorit teman kumparan?

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Traveling jadi salah satu cara self-healing yang banyak dipilih orang. Biar perjalanan makin berkesan, nggak jarang traveler memilih buat ngajak partner, entah pasangan, teman, atau keluarga, untuk pergi bareng.

Meski terasa lebih seru jika dijalani rame-rame, nyatanya banyak juga orang yang prefer buat solo trip, lho. Menurut laman The Travel Psychologist, mereka yang memilih solo trip biasanya pengin punya waktu buat diri sendiri dan menikmati perjalanan dengan lebih santai.

Hal ini juga dirasakan oleh salah satu teman kumparan, Novi Kusumayanti. Ia mengaku lebih suka solo trip karena perjalanannya terasa lebih tenang dan minim drama.

Bahkan, pengalaman solo trip terjauhnya adalah ke Nepal. Di sana ia sempat mengunjungi beberapa kota seperti Kathmandu, Pokhara, dan Nagarkot. "Semuanya tanpa travel agent dan menggunakan transportasi umum untuk berpindah-pindah kota," tuturnya.

Solo trip itu jadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya, karena sudah lama ia impikan. Nah, nggak cuma Novi, teman kumparan lainnya juga punya preferensi berbeda soal gaya traveling favoritnya. Yuk, kepoin cerita mereka di bawah ini.

Pengalaman Traveling teman kumparan

Berbeda dengan Novi yang lebih suka solo trip, Imam Setiawan (36) justru senang menghabiskan waktu liburan bareng partner, seperti teman atau keluarga. “Karena lebih seru ada teman yang bisa diajak bercanda, jadi bisa ketawa bareng, laper bareng, dan kenyang bareng,” katanya.

Kebiasaan itu juga berlaku saat Imam lagi butuh healing. Ia tetap memilih pergi bareng orang terdekat. Soalnya, di momen seperti itu ia butuh komunikasi dua arah buat cerita dan melepaskan keluh kesahnya.

Bagi Imam, partner liburan bukan cuma teman buat bersenang-senang, tapi juga bisa diajak curhat soal berbagai hal yang lagi dipikirin. Adanya teman ngobrol juga bikin dirinya merasa lebih lega karena unek-uneknya bisa tersampaikan.

Sementara itu, teman kumparan Riza Pratama (36) mengaku lebih sering melakukan solo traveling. Mirip seperti Novi, alasannya karena lebih fleksibel, baik soal waktu maupun itinerary perjalanan.

Ia bisa bangun sesuka hati tanpa harus diskusi panjang soal rencana harian. Semuanya bisa diputuskan sendiri, sesuai mood dan kebutuhan saat itu.

Saat butuh healing pun, Riza cenderung sering pergi sendirian. Menurutnya, solo trip bikin dirinya bisa benar-benar recharge dan punya waktu buat refleksi diri.

Dari pengalaman solo trip-nya itu, tentu ada banyak cerita menarik yang nggak bisa ia lupakan. Salah satunya saat ia main ke Jogja. “Aku nekat nonton sunrise sendirian dan akhirnya kenalan sama traveler lain di sana,” katanya.

Nah, momen itu nunjukkin kalau solo trip bukan berarti selalu identik dengan kesendirian. Justru, sering kali ada kejadian nggak terduga yang membuka peluang buat ketemu teman baru, relasi baru, dan meninggalkan banyak cerita seru selama perjalanan.

Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Syariah 2025 Tumbuh Positif, Ini Faktor Pendorongnya
• 11 menit laluidxchannel.com
thumb
Wamensos Agus Jabo Tinjau Pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu di Magelang
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Pendukung Jokowi Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi atas Dugaan Ijazah S2 dan S3 Palsu
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Kita Tidak Dilahirkan untuk Hidup, Kita Dilatih untuk Bertahan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika Prabowo Puji Jajaran Menterinya sebagai Putra-Putri Terbaik Bangsa
• 1 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.