Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sudah memprediksi jumlah pemudik yang akan melakukan mudik pada Lebaran 2026.
Dalam rapat tingkat menteri yang digelar oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Dudy mengaku telah melalukan survei Angkutan Lebaran 2026 untuk mengidentifikasi preferensi dan mengukur persepsi masyarakat yang akan melakukan perjalanan.
"Dari survei yang kami lakukan, hasilnya, sekitar 143,9 juta orang diperkirakan akan melakukan pergerakan perjalanan pada Lebaran 2026," kata Dudy dalam siaran pers, dikutip Jumat (13/2/2026).
Dudy menjelaskan, pada Lebaran 2025, hasil survei yang sama menembus 146 juta orang. Namun realisasinya lebih besar yakni mencapai 154 juta orang.
"Kalau kita bandingkan dengan tahun kemarin, surveinya 146 juta. Namun, realisasi pada tahun kemarin adalah sebesar 154 juta," lanjutnya.
Meski begitu, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan terkait keselamatan dan kenyamanan para pemudik.
Memasuki hari ke-25 ramadan atau seminggu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025 antrran calon penumpang kereta terus berdatangan ke ruang tunggu sekitar area Stasiun. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
"Jadi walaupun ada sedikit penurunan sebesar 1,7%, namun ini tidak mengurangi kewaspadaan kami dalam rangka persiapan karena melihat tahun kemarin itu ternyata terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam realisasi jumlah masyarakat yang melakukan pergerakan," jelas Dudy.
Untuk melayani pergerakan masyarakat tersebut, pihaknya telah mempersiapkan sarana angkutan Lebaran 2026, di antaranya 31.345 unit bus, 829 unit kapal, 2.683 unit sarana kereta api, 392 unit pesawat, serta 255 unit kapal penyeberangan.
Adapun per hari ini, jumlah sarana transportasi yang sudah melalui ramp check antara lain angkutan darat sebanyak 19.376 unit, angkutan laut 485 unit, angkutan penyeberangan 19 unit, angkutan udara 392 unit, serta perkeretaapian 2.177 unit.
"Kami mempersiapkan dan memastikan sarana transportasi melakukan ramp check atau pemeriksaan kondisi layak jalan. Kami lakukan sampai dengan mendekati pelaksanaan angkutan Lebaran. Jadi ini kami sudah mulai dan akan terus berjalan untuk memastikan bahwa mode transportasi yang akan digunakan selama masa angkutan lebaran adalah yang laik jalan," ujarnya.
Selain penyediaan sarana dan prasarana transportasi, Kemenhub juga telah melakukan persiapan lain yaitu program stimulus diskon tiket transportasi, Angkutan Mudik Gratis Lebaran, serta Surat Keputusan Bersama Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang.
(chd/wur)




