CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Memasuki momen puasa, banyak orang tua mulai mengajarkan anak berlatih menahan lapar dan haus secara bertahap.
Tantangannya, anak yang baru belajar puasa cenderung lebih cepat lemas karena tubuhnya belum terbiasa. Karena itu, pemilihan camilan sehat menjadi kunci agar energi tetap terjaga.
Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang–pediatri sosial, Rini Sekartini, menegaskan bahwa kualitas isi camilan jauh lebih penting dibanding sekadar makanan berbahan tepung semata.
“Yang penting isiannya bagus untuk anak tersebut, bukan hanya isinya tepung saja,” kata Prof. Rini, dikutip dari Antara, Kamis (12/2).
Menurutnya, anak yang baru belajar puasa membutuhkan asupan bergizi agar tidak mudah lemas. Berikut tips memilih camilan sehat yang bisa jadi panduan orang tua:
1. Camilan dengan Gizi Lengkap
Pastikan camilan mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk membantu kenyang lebih lama dan vitamin serta mineral yang menjaga daya tahan tubuh anak.
Camilan bukan sekadar pengganjal lapar, tetapi bagian dari pemenuhan nutrisi harian anak.
2. Susu
Susu kaya kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Mudah diberikan saat berbuka atau jeda puasa bertahap. Tambahkan dalam porsi sesuai usia dan kebutuhan anak.
3. Buah Segar, Bukan Camilan Tinggi Gula
Buah mengandung vitamin, mineral, dan serat alami. Lebih baik dibanding camilan manis berlebihan yang bisa membuat energi cepat turun.
Prof Rini merekomendasikan pisang, pepaya, semangka dan apel potong
4. Olahan Protein
Anak membutuhkan protein agar tidak cepat lapar. Contoh camilan sehat yang disarankan dan kaya protein yakni otak-otak ikan, siomay isi ikan atau ayam ataudimsum ayam/udang homemade
“Siomay boleh, tapi isinya yang benar. Seperti dimsum boleh, itu boleh diberikan. Yang penting isinya bagus untuk anak tersebut, bukan hanya isinya tepung saja,” jelasnya.
Hindari camilan yang dominan tepung tanpa kandungan protein.
Camilan sehat untuk anak yang baru belajar puasa harus bergizi seimbang, kaya protein, serta rendah gula. Susu, buah, dan olahan protein seperti siomay atau dimsum bisa menjadi pilihan tepat.
Kualitas isi camilan lebih penting daripada sekadar tepung. Dengan asupan yang tepat, anak bisa belajar puasa dengan nyaman dan tetap aktif.


