JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, program serupa makan begizi gratis (MBG) sudah dilaksanakan di lebih dari 70 negara.
Hal ini disampaikannya saat menghadiri peresmian dan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta peresmian gudang ketahanan pangan di Palmerah, Jakarta Barat (Jakbar), Jumat (13/2/2026).
"Saya lihat waktu itu negara-negara yang persis seperti kita, yang per kapita, PDB (Produk domestik bruto), bahkan lebih rendah dari kita, setengah dari Indonesia, India itu adalah setengah produk domestik brutonya setengah per kapita dari kita, berani memberi makan gratis untuk 800 juta rakyat mereka dan sudah berjalan 10 tahun lebih," ujarnya, dipantau dari Breaking News KompasTV.
Bahkan kebijakan memberi makan gratis kepada rakyat di India sudah menjadi undang-undang.
"Karena itu, kita laksanakan program ini (MBG), kita hadapi kampanye luar biasa, menjelek-jelekkan, mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang, padahal uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin, kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan oleh korupsi," kata Prabowo.
Baca Juga: Hadiri Peresmian SPPG Polri, Prabowo: Waktu Lancarkan Program Ini Saya Diejek, Dijelek-jelekkan
Menurut Prabowo, penghematan itu dilakukan pada anggaran-anggaran yang biasanya dihamburkan untuk melaksanakan kegiatan tidak produktif.
Misalnya rapat-rapat di hotel luar kota atau seminar, konferensi, dan kunjungan yang tidak bermanfaat.
"Ini yang kita hemat, uang ini yang kita alihkan untuk hal-hal seperti ini," ucap Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkap reaksi yang dihadapinya saat melancarkan program MBG.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- prabowo
- mbg
- sppg
- makan bergizi gratis
- jurnal merah putih





