Amran Ultimatum Pengusaha Nakal: Jual di Atas HET, Izin Dicabut

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengultimatum pelaku usaha pangan agar tidak menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Ramadan, Idul Fitri 1447 H, Imlek, dan Nyepi 2026. Ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu mencabut izin usaha bagi yang melanggar. Dalam acara Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional, Amran menyampaikan stok pangan nasional dalam kondisi aman bahkan surplus. Stok beras disebut mencapai 3,4 juta ton pada Februari, tertinggi sepanjang sejarah. Pemerintah juga menyiapkan 1,5 juta ton beras SPHP dengan harga maksimal Rp 12.500 per kilogram. Untuk komoditas lain, pemerintah memegang stok minyak goreng sekitar 700.000 ton dengan HET Rp 15.700 per liter. Sementara HET daging ayam ditetapkan Rp 40.000 per kilogram dan daging sapi Rp 140.000 per kilogram. Karena itu, ia meminta seluruh pengusaha mematuhi aturan harga.

“Tapi tahun ini kami sampaikan kepada seluruh pengusaha seluruh Indonesia, aku memohon atas nama pemerintah, tidak menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi yang ditentukan oleh pemerintah. Sekali lagi jangan ada menaikkan harga di atas harga eceran pemerintah,” kata Amran di Kementerian Pertanian, Jumat (13/2). Ia juga meminta aparat penegak hukum dan Satgas Pangan bertindak tegas hingga ke tingkat produsen dan distributor, bukan pedagang kecil. “Kalau ada yang main beras, kalau ada yang menjual di atas HET, cari produsennya. Produsennya. Dan bila perlu beri sanksi berat, cabut izinnya,” ujarnya. Amran menekankan, penindakan juga berlaku untuk minyak goreng dan daging. Bahkan ia meminta pelanggaran harga dikejar hingga ke feedloter atau penggemukan sapi. “Kalau ada yang menaikkan harga dikejar sampai feedloter. Yang penggemukan. Kalau dia lakukan, tahun depan hampir pasti, pasti, insyaallah kalau saya sehat, saya masih menteri tahun depan, tidak dapat jatah, aku cabut izinnya dan tidak boleh lagi impor sapi, daging dan seterusnya,” kata dia. Ia menegaskan, pedagang kecil tidak boleh menjadi sasaran penindakan. Aparat diminta mencari sumber utama pelanggaran di tingkat pemasok atau pabrik. Menurut Amran, Indonesia saat ini telah swasembada sembilan komoditas, seperti beras, jagung pakan, bawang merah, cabai, telur, dan ayam. Dengan kondisi produksi dan stok yang surplus, ia menilai tidak ada alasan harga naik menjelang hari besar keagamaan. Amran bahkan menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas langkah penegakan aturan tersebut.

“Kalau ada harga naik, kalau aku tidak bisa tindak, ini saya pertaruhkan. Jabatan dipasang ini. Aku pertaruhkan. Aku pertaruhkan,” ucapnya. Pemerintah, lanjut dia, ingin menjaga keseimbangan antara melindungi konsumen dan tetap mendukung pelaku usaha. Namun, kepastian hukum tetap harus ditegakkan agar stabilitas harga pangan terjaga dan masyarakat tidak terbebani saat hari raya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Siang Ini Terkoreksi 0,57% ke 8.215, SMGR, AMMN dan EXCL Top Losers LQ45
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ibadah Ramadan dalam Perspektif Husein Ja’far Al Hadar
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Penerimaan Pajak Kabupaten Lebak Ditargetkan Mencapai Rp250 Miliar
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
30 Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2026 yang Bisa Dibagikan di Sosial Media
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Dari Jeans Bekas ke Pameran Nasional, Cerita Erna Merajut Asa Bersama PNM Mekaar
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.