Dari Jeans Bekas ke Pameran Nasional, Cerita Erna Merajut Asa Bersama PNM Mekaar

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Erna memulai langkah kecilnya dari rumah sederhananya di Kartasura, Solo, Jawa Tengah.

Dari Jeans Bekas ke Pameran Nasional, Cerita Erna Merajut Asa Bersama PNM Mekaar

IDXChannel – Pandemi Covid-19 meninggalkan jejak panjang bagi banyak keluarga. Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian, tidak sedikit usaha kecil yang harus berhenti di tengah jalan.

Namun bagi Erna Prilyani, masa sulit justru menjadi titik balik. Erna memulai langkah kecilnya dari rumah sederhananya di Kartasura, Solo, Jawa Tengah.

Baca Juga:
PNM Raih Apresiasi Internasional, Komitmen Perluas Pemberdayaan Perempuan

Saat itu dia mengolah celana jeans bekas menjadi tas dengan karakter unik. Awalnya, semua dijalani dengan penuh keraguan. Erna mengaku sempat tidak yakin apakah hobinya menjahit bisa benar-benar menopang kebutuhan keluarga.

"Waktu itu yang penting bisa jalan dulu. Saya tidak berpikir jauh, yang ada di kepala hanya bagaimana caranya tetap bertahan," kata Erna dikutip Jumat (13/2/2026).

Baca Juga:
PNM Raih Sertifikat Label Taat Zakat sebagai Perusahaan Taat Zakat dari BAZNAS

Dengan peralatan seadanya, dia mulai menjahit dari rumah, memanfaatkan bahan yang mudah didapat dan nyaris tak bernilai.

Berangkat dari hobi yang telah ia tekuni sejak remaja, Erna melihat tumpukan denim tak terpakai sebagai peluang.

Baca Juga:
Kisah Ibu Mekaar Menuju Tanah Suci: PNM Temani Hidup Saya dari Nol Hingga Bisa Sekolahkan Anak

Satu per satu potongan kain dia rangkai, bukan sekadar untuk menghasilkan produk, tetapi juga untuk menjaga semangat.

“Kadang saya menjahit sampai malam, capek, tapi justru di situ saya merasa punya pegangan,” katanya.

Dari proses itu, lahirlah DenCraft, usaha kecil yang perlahan menemukan bentuk, identitas, dan pasarnya sendiri.

Perjalanan membangun DenCraft tentu tidak selalu mulus. Erna mengaku sempat merasa minder ketika melihat produk lain yang sudah lebih rapi dan modern.

Melalui pendampingan usaha yang ia terima sebagai nasabah PNM Mekaar, ia mulai belajar memperbaiki kualitas produksi dan memperluas cara pandangnya terhadap usaha.

“Saya sempat berpikir, apa produk saya cukup bagus? Tapi saya belajar, kualitas itu bisa dilatih, asal mau terus belajar,” katanya.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Kualitas produk DenCraft terus berkembang dan mendapat kepercayaan lebih luas.

Kesempatan besar datang ketika Erna untuk pertama kalinya bisa membawa karyanya ke ajang pameran kerajinan berskala nasional, Inacraft 2026 di Jakarta.

“Waktu itu saya diajak PNM ikut pameran nasional, rasanya campur aduk antara senang dan takut. Tapi dari situ saya merasa, ternyata saya bisa sampai sejauh ini,” katanya.

Pengalaman tersebut membuka pandangan baru bagi Erna tentang potensi usahanya. Ia menyadari bahwa apa yang dimulai dari rumah kecil di Solo ternyata mampu berbicara di panggung yang lebih besar.

“Saya ingin usaha ini terus jalan, bukan hanya untuk saya, tapi supaya perempuan lain juga percaya bahwa mereka punya peluang yang sama,” katanya.

Kini, DenCraft tidak hanya membantu menopang ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi simbol ketekunan dan keberanian untuk bangkit.

Dari bahan sederhana dan proses yang panjang, Erna membuktikan bahwa pemberdayaan bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan tentang perjalanan menemukan kembali kepercayaan diri dan masa depan yang lebih mandiri.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Intip Daya Tampung Unesa, Maksimalkan Peluang Lolos di SNBP 2026
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Kebijakan Publik dan Nasib Guru Honorer
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Teks Khutbah Jumat 13 Februari 2026: Ramadhan sebagai Momentum Membangun Madrasah Iman dan Takwa
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapolri Jamin Kualitas MBG Produksi Dapur SPPG Polri
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Naik Bus Trans Beken Tak Lagi Gratis Mulai 1 Maret 2026
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.