Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian meminta pemerintah memprioritaskan revitalisasi gedung sekolah yang rusak dan tidak layak pakai di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hal ini disampaikan menyusul kondisi memprihatinkan sejumlah sekolah, termasuk SMPN 48 Sa Ate Gaikiu di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sekolah ini memiliki dinding kayu, atap bocor, dan lantai tanah, jauh dari standar kelayakan sarana pendidikan.
“Bagaimana mungkin kita berbicara tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia jika ruang kelas anak-anak masih berlantaikan tanah dan beratap bocor? Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi soal keadilan pendidikan,” kata Lalu Hadrian kepada wartawan, Jumat, 13 Februari 2026.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun ajaran 2024/2025, dari 1,18 juta ruang kelas SD di Indonesia, 60,3 persen dalam kondisi rusak.
"Di jenjang SMP, hanya 50,33 persen ruang kelas yang baik, dengan 24,73 persen rusak ringan, 17,96 persen rusak sedang, dan 6,97 persen rusak berat," lanjut Lalu Hardian.
Sebelumnya, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi 11.700 sekolah. Namun, Presiden Prabowo Subianto meminta target ditingkatkan menjadi 60.000 sekolah, sehingga total revitalisasi mencapai 71.700 sekolah.
Lalu Hadrian menyatakan dukungan terhadap penambahan target tersebut, namun menekankan sekolah di wilayah 3T harus menjadi prioritas.
“Pelaksanaan revitalisasi harus berbasis pemetaan kebutuhan yang objektif dan transparan. Sekolah-sekolah di wilayah 3T harus ditempatkan sebagai prioritas utama karena di sanalah kesenjangan pendidikan paling nyata terjadi,” ujarnya.
Editor: Redaksi TVRINews





