Pemerintah Daerah DIY resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta yang sarat nilai filosofis dan hasil partisipasi publik melalui sayembara.
Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi meluncurkan logo Hari Jadi DIY ke-271. Peluncuran digelar pada Jumat (13/2) di Teras Malioboro Beskalan dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X.
Dalam sambutannya, Paku Alam X menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi DIY ke-271 tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang refleksi atas nilai-nilai keistimewaan yang selama ini menjadi fondasi pembangunan daerah.
“Menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai daerah yang bertumpu pada nilai-nilai keistimewaan, budaya, dan pengabdian kepada bangsa,” kata Paku Alam X saat membacakan sambutan, Jumat (13/2).
Logo Hari Jadi DIY ke-271 merupakan hasil sayembara yang diikuti oleh masyarakat. Menurutnya, proses tersebut mencerminkan keterlibatan publik dalam menyemarakkan peringatan hari jadi sekaligus menegaskan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
“Logo yang kita luncurkan pada hari ini merupakan hasil dari sayembara yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Sayembara ini menjadi wujud nyata keterlibatan publik dalam mangayubagyo HUT ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta,” katanya.
Paku Alam X menegaskan bahwa semangat membangun Yogyakarta tidak hanya lahir dari ruang pemerintahan, tetapi tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Keterlibatan publik dalam sayembara tersebut disebut sebagai bukti kolaborasi antara pemerintah dan warga.
Ia juga menyampaikan bahwa logo terpilih telah memuat aspek dan nilai filosofis yang menjadi roh peringatan Hari Jadi DIY ke-271, serta diharapkan mampu merepresentasikan gerak bersama dalam membangun masyarakat.
“Saya berharap logo ini mampu menjadi cerminan proyeksi gerak bersama dalam membangun kehidupan masyarakat Yogyakarta yang maju, berkarakter, berkelanjutan, selaras dengan tema ‘Mulat Sarira, Cumanthaka, Jantraning Laku’,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Hari Jadi DIY ke-271 sekaligus Asisten Setda DIY Bidang Administrasi Umum, Srie Nurkyatsiwi, mengatakan logo tersebut dipilih dari total 210 karya yang masuk ke Pemda DIY.
“Peserta lomba logo sebanyak 210 karya yang masuk hak cipta atas logo menjadi hak Pemda DIY dan menjadi identitas visual dalam menyemarakkan beberapa kegiatan yang akan berlangsung,” kata Srie.
Ia menambahkan, logo tersebut akan digunakan dalam rangkaian peringatan HUT DIY ke-271 yang berlangsung mulai 11 Februari hingga 11 April 2026.
Adapun logo pemenang dirancang oleh warga Bantul, Raden Ardhana Rheswara Prasetya Kusuma (36). Ia membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk menyusun logo dengan pendekatan filosofi kehidupan sebagai warga Yogyakarta.
“Kembali ke diri saya sendiri, jadi di HUT DIY yang ke-271 ini saya ingin menceritakan apa yang selama ini menjadi jati diri kita sebagai warga Yogyakarta. Saya mengajak kembali kepada kita seluruh warga daerah Yogyakarta untuk kembali pada jati diri kita sendiri,” ujarnya.
Filosofi logo tersebut diwujudkan melalui angka 271. Angka 2 digambarkan dalam bentuk dua daun yang merepresentasikan nilai kembali pada jati diri serta empati dan kepedulian terhadap sekitar.
Angka 7 divisualkan sebagai padi menguning yang melambangkan proses panjang kehidupan untuk menghasilkan panen kebaikan. Sementara angka 1 diwujudkan sebagai benih padi yang menggambarkan perjalanan hidup manusia dalam falsafah Jawa, dari asal-usul, pertumbuhan, hingga melahirkan kebaikan baru bagi lingkungan.





